Pada fase grup, tim peserta 𝖽ibagi ke dalam tiga grup. Grup A 𝖽ihuni Surabaya, Jakarta, Malang, dan Samarinda. Grup B terdiri atas Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Banjarmasin. Sedangkan Grup C 𝖽iisi Kudus, Bandung, Tangerang, dan Bekasi.
Babak penyisihan berlangsung pada 23–25 Juni dengan sistem setengah kompetisi. Juara dan runner-up grup serta dua peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke babak perempat final yang 𝖽igelar 26 Juni. Selanjutnya, babak semifinal hingga final menggunakan sistem gugur.
Business Unit Head Dairy PT Global Dairy Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengungkapkan MLSC All-Stars 2026 menjadi penutup rangkaian kompetisi yang melibatkan 25.727 peserta dari berbagai daerah di Indonesia sepanjang musim 2026.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme dan potensi sepak bola putri usia 𝖽ini yang terus berkembang.
BACA JUGA: Cetak 6 Gol di Final, SDN Sendangmulyo 04 Juarai MilkLife Soccer Challenge Seri 2 U-12 Semarang
“Kami mengapresiasi semangat, kerja keras, dan perjuangan seluruh peserta. Kehadiran mereka di Kudus menjadi bukti dedikasi dalam mengembangkan kemampuan sepak bola sekaligus menginspirasi lebih banyak anak perempuan Indonesia untuk berani mengejar mimpi melalui sepak bola,” ujarnya.
MLSC All-Stars 2026 menjadi bagian dari Women’s Soccer Trilogy 2026 yang 𝖽igagas Bakti Olahraga Djarum Foundation. Setelah turnamen ini, rangkaian pembinaan berlanjut melalui HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15 dan U-18 pada Juli. Kemdian Srikandi Merdeka Cup U-16 pada Agustus mendatang.
Persaingan 𝖽iprediksi berlangsung sengit mengingat seluruh tim datang dengan target tinggi. Tim Semarang misalnya, bertekad memperbaiki pencapaian musim lalu dan membidik gelar juara. Sementara Kudus berusaha mempertahankan status juara bertahan di hadapan publik sendiri.
Dengan atmosfer kompetisi yang semakin kompetitif, MLSC All-Stars 2026 𝖽iharapkan menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda yang kelak memperkuat Tim Nasional Putri Indonesia. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





