Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Damkar Kota Semarang mendorong solusi alternatif berupa pembangunan tandon air di aset-aset milik pemerintah.
Ade menilai, kantor kelurahan, taman kota, hingga fasilitas publik lainnya bisa kita gunakan sebagai titik tandon air darurat.
“Kami sudah menyampaikan usulan agar di aset-aset milik pemerintah bisa memiliki fasilitas tandon air. Ini bisa Damkar gunakan sekaligus untuk kebutuhan fasilitas publik. Konsep ini sudah berhasil di terapkan di Surabaya,” ungkapnya.
Biaya Air PDAM Seharusnya Gratis untuk Layanan Kebakaran
Ia mencontohkan Kota Surabaya yang telah beralih dari sistem hidran ke tandon air dengan lebih dari 400 titik aktif. Selain itu, Damkar Surabaya juga tidak dikenakan biaya saat menggunakan air untuk pemadaman kebakaran.
“Hasil studi banding kami ke Surabaya, penggunaan air untuk pemadaman digratiskan karena itu bagian dari pelayanan masyarakat. Harapan kami, hal serupa bisa diterapkan di Semarang,” kata Ade.
Saat ini, Damkar Kota Semarang masih harus membayar penggunaan air PDAM untuk kegiatan pemadaman kebakaran. Kondisi ini menurut dia kurang ideal, mengingat layanan Damkar merupakan bagian dari pelayanan publik.
“Selama ini air untuk pemadaman masih bayar. Kami berharap ke depan, khusus untuk pemadaman kebakaran, bisa gratis seperti di Surabaya,” ujarnya.
Sorotan juga mengarah pada temuan hidran yang tertutup cor, salah satunya di Jalan Majapahit, Kecamatan Pedurungan.
Ade menilai kondisi tersebut menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap fungsi hidran sebagai fasilitas vital keselamatan publik.
“Kalau hidran di tutup cor, itu sangat berbahaya. Saat kebakaran, teman-teman kami butuh akses cepat. Hidran itu titiknya sudah ada GPS-nya, tapi kalau fisiknya tidak bisa kita gunakan, kami tetap kesulitan,” tegasnya.
Dalam menghadapi keterbatasan sarana, Damkar Kota Semarang terus mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Tujuh Pos dengan Fasilitas Tandon Air
Saat ini, Damkar memiliki tujuh pos, dan sebagian telah memiliki fasilitas lengkap tandon air atas dan bawah. Pada 2026, pembangunan tandon rencananya berlanjut di tiga pos lainnya, termasuk di kantor Damkar.





