Selain itu, Damkar juga mendapat dukungan armada tangki air berkapasitas besar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan kapasitas hingga 10.000 liter, yang diharapkan mampu membantu suplai air saat kebakaran besar.
Di tengah keterbatasan sarana, upaya pencegahan tetap menjadi fokus utama. Ade menyebut, sepanjang 2025 Damkar menggelar 292 kegiatan sosialisasi kebakaran yang melibatkan lebih dari 21.000 peserta. Hasilnya, jumlah kejadian kebakaran terus menurun.
“Pada 2023 ada sekitar 480 kejadian kebakaran, turun menjadi sekitar 360 di 2024, dan di 2025 hanya 282 kejadian. Edukasi masyarakat terbukti efektif,” jelasnya.
Menurut Ade, tiga menit pertama saat api muncul menjadi waktu krusial yang masih bisa masyarakat tangani jika memiliki pengetahuan dasar.
Setelah itu, penanganan membutuhkan alat dan bantuan petugas. “Karena itu, selain sarana, peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat juga sangat penting,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





