Jateng

Miris Lihat Kondisi Perumahan Punsae, Begini Kata Menteri PKP

×

Miris Lihat Kondisi Perumahan Punsae, Begini Kata Menteri PKP

Sebarkan artikel ini
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait berdialog dengan warga Perum Punsae, Senin, 28 April 2025 sore. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Temuan di Perumahan Punsae, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menunjukkan pentingnya perlindungan dan edukasi dari awal. Karena rakyat kecil tidak berdaya atas ulah pengembang yang tidak bertanggungjawab.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengaku miris melihat kondisi warga yang tinggal di Perumahan Punsae, karena kualitas lingkungan, bangunan serta developer yang tidak benar.

BACA JUGA: Menteri PKP Janji Tindak Lanjut Masalah Perumahan Punsae Ungaran, Warga Desak Hukum Tegak!

Menurutnya warga harus tinggal di perumahan bersubsidi yang lokasinya sangat membahayakan serta kualitas lingkungan dan bangunan rumah yang kondisinya juga tidak kalah memprihatinkan.

“Lihat saja mereka tinggal di rumah yang hanya berjarak 10 meter dari bibir jurang,” ungkapnya, usai berdialog dengan warga Perum Punsae, Senin, 28 April 2025 sore.

Pada saat musim penghujan, lanjut Maruarar, warga setiap hari menghadapi ketakutan akan potensi dan bahaya tanah longsor. Karena beberapa bangunan rumah sudah terdampak.

“Baik yang hancur dan ikut terbawa longsor maupun yang penghuninya tinggalkan karena karena kondisi bangunan rumah yang sangat membabayakan untuk ditinggali,” tambah Menteri PKP.

Menurutnya, ini tidak bisa di biarkan, karena penghuni rumah bersubsidi ini ‘wong cilik’ dan mereka semua punya harapan bisa memiliki rumah yang nyaman untuk dihuni.

“Bagaimana sedihnya, mereka punya harapan dengan mengangsur 15 hingga 20 tahun. Sementara rumahnya dan lingkunganya seperti ini, banjir, longsor tinggal di rumah selalu tidak tenang,” tegasnya.

BACA JUGA: Dewan: Rumah Susun Layak Huni, Solusi Backlog Perumahan di Semarang

Oleh karena itu, lanjut Menteri PKP, negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut, tidak boleh ditekan dan tidak boleh disogok. Negara akan melawan developer yang tidak bertanggungjawab.

“Kementerian PKP akan keras dan tegas terhadap siapa pun pengembang dan developer yang tidak bertanggungjawab. Masih banyak pengembang lain yang bagus,” tandas Maruarar. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp