SEMARANG, beritajateng.tv – Lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 kembali menyajikan pertarungan sengit. PSIS Semarang bakal tampil habis-habisan saat menjamu Adhyaksa Bekasi FC di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu (3/10/2026).
Ambisi mengamankan poin penuh di kandang menjadi fokus utama Laskar Mahesa Jenar demi menjaga tren positif dan memperkokoh posisi di papan atas klasemen.
Dalam sesi pre-match conference yang beelanhy pada Jumat (2/10/2026), Pelatih Kepala PSIS Semarang, Widodo C. Putro, menegaskan kesiapan skuadnya.
Memboyong perwakilan pemain, Amirul Fisabillah, Widodo optimistis anak asuhnya mampu mengamankan hasil maksimal.
“Kami berharap seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur. Kemenangan besok sangat krusial untuk menjaga momentum positif sekaligus mempertahankan posisi kami di papan atas,” tegas Widodo.
Persiapan matang terus tim pelatih maksimalkan, baik dari segi taktik, fisik, hingga intensitas latihan. Meski mayoritas pilar dalam kondisi prima, Widodo membeberkan adanya potensi rotasi pemain guna menyiasati agenda kompetisi yang terbilang padat.
Rencana rotasi ini sebenarnya telah di rancang pada laga sebelumnya kontra Persiku Kudus.
Namun, batalnya pertandingan tersebut membuat skema penyegaran pemain baru akan terealisasi saat bersua Adhyaksa Bekasi FC.
“Siapa pun yang kami percaya tampil besok harus siap memberikan kontribusi 100 persen di lapangan. Kami menekankan pentingnya kualitas kedalaman skuad,” ujar mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Tampil di hadapan pendukung sendiri tidak membuat PSIS memandang sebelah mata kekuatan lawan.
Widodo mengingatkan para pemainnya agar tidak terjebak dalam rasa percaya diri berlebih (overconfidence).
BACA JUGA: Fokus Jamu Bekasi City, PSIS Semarang Serahkan Polemik Persiku ke Komdis PSSI
Menurutnya, Adhyaksa Bekasi FC memiliki keunggulan taktis yang patut ia waspadai, terutama dalam membangun serangan dari lini belakang (build-up) serta menciptakan peluang berbahaya.
“Di kompetisi Pegadaian Championship ini tidak ada tim yang bisa kita anggap lemah. Lawan punya organisasi permainan yang rapi. Tinggal bagaimana para pemain kami mengeksekusi strategi dan disiplin secara taktik di lapangan,” tambahnya.
Di luar ranah teknis, manajemen internal tim menjadi perhatian utama pelatih. Suasana latihan yang kondusif, pemenuhan asupan nutrisi, serta kesehatan mental pemain dijaga ketat agar psikologis tim tetap berada dalam kondisi ideal.
Terkait kondisi fisik, Widodo juga memberikan perhatian khusus pada proses pemulihan beberapa pemain yang mengalami cedera, salah satunya Akbar.
Mengingat kalender kompetisi yang masih panjang termasuk gelaran Piala I.League pada November mendatang tim pelatih memilih untuk tidak mengambil risiko memaksakan pemain yang belum pulih total.
“Kami minta pemain yang masih merasakan kendala fisik untuk fokus pada pemulihan hingga 100 persen. Kompetisi masih panjang dan kami membutuhkan seluruh amunisi dalam kondisi terbaik,” jelasnya.
Senada dengan sang pelatih, bek PSIS Semarang, Amirul Fisabillah, menyatakan bahwa seluruh skuad dalam motivasi tinggi untuk mengamankan poin penuh di Stadion Jatidiri.
“Kami tahu Adhyaksa Bekasi FC adalah tim berkulitas. Namun, kami sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik. Fokus, kerja keras, dan disiplin sepanjang 90 menit adalah kunci untuk meraih kemenangan di rumah sendiri,” pungkas Amirul. (*)





