Jarang berkeringat bukan berarti tubuh terhidrasi baik. Suhu lingkungan dan mekanisme pengaturan suhu tubuh memengaruhi produksi keringat.
Bekas keringat yang mengering menjadi butiran garam adalah hal normal. Hal itu menandakan tubuh kehilangan elektrolit dan cairan dalam jumlah cukup banyak.
BACA JUGA: Disporapar Resmi Dipisah, KNPI Jateng Harap Dispora Fokus Kembangkan Pemuda dan Olahraga
Olahraga saat cuaca panas juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke. Kebutuhan cairan harus disesuaikan dengan durasi dan intensitas aktivitas.
Kurang olahraga ataupun duduk terlalu lama juga sama-sama berdampak buruk. Duduk berkepanjangan memicu risiko nyeri punggung bawah dan gangguan tulang belakang.
Sebaliknya, tubuh yang jarang bergerak juga mudah mengalami penurunan fungsi. Solusinya adalah aktif bergerak, berdiri tiap 30 menit, dan berolahraga minimal 150 menit per minggu. (*)





