SEMARANG, beritajateng.tv – Okupansi hotel atau tingkat hunian hotel di wilayah Kota Semarang menunjukkan kenaikan jelang akhir tahun 2023.
Seperti salah satu hotel yang ada di Kawasan Kota Lama, yaitu Kotta Hotel Semarang. Selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, hotel yang berlokasi di Jalan Taman Srigunting Nomor 14, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, ini mengalami tingkat okupansi sebesar 92 persen.
“Untuk Nataru ini ada peningkatan, nggak cuman kamar tapi di restoran kami juga naik. Bahkan untuk restorannya mencapai 50 persen,” kata Bayu Cahyo, Marketing Communications Officer Kotta Hotel Semarang, saat beritajateng.tv hubungi, Kamis, 28 Desember 2023
Bayu menambahkan, tingkat okupansi tahun ini mengalami kenaikan daripada akhir tahun kemarin. Lebih lanjut, untuk menyambut tamu pada Nataru ini, Bayu menyebut jika Kotta Hotel Semarang mengadakan agenda khusus tahun baru.
“Kotta Hotel Semarang mengadakan New Year’s Eve dan Gala Dinner & Party, bertajuk GLOWING EVE. Ada Gala Dinner, Live band & DJ, Fire juggling, Tarot reading, Games & doorprize, sampai Countdown Party,” tambahnya.
BACA JUGA: Yuk Rayakan Malam Tahun Baru Ala Hawaiian di Hotel Santika Premiere Semarang
Peak season, kenaikan harga sewa kamar hotel di Kota Semarang sebesar 50-75 persen
Sementara itu, Hotel Dafam Semarang juga merasakan kenaikan okupansi selama Nataru kali ini. Hotel yang terletak tak jauh dari wisata ikonik Kota Semarang, Lawang Sewu, itu memiliki tingkat okupansi hingga 90 persen.
Peningkatan okupansi di Hotel Dafam terasa sejak 24 Desember 2023 dan menurut prediksi akan terus terisi hingga puncaknya pada malam tahun baru, 31 Desember 2023.
Jati Mariana, Sales Marketing Manager Hotel Dafam Semarang, menambahkan, meski okupansi hotel di tanggal 1 Januari 2024 masih 50 persen, namun ia optimis jika keterisian kamar akan terus meningkat menjelang hari H. Hal tersebut lantaran tak sedikit tamu yang pesan langsung ke hotel.
“Puncaknya tanggal 31 Desember 2023, tapi memang Semarang ini seperti kota transit, lebih sering kita ramai pas hari H, bisa jadi kita saat ini tanggal 1 Januari 2024 masih 50 persen tapi pas hari H ada aja tamu yang datang langsung,” ungkap Jati.
Lebih lanjut, Jati menyebut ketimbang hari biasa, tingkat okupansi di Hotel Dafam Semarang sebenarnya tidak jauh berbeda, yakni di angka 80 sampai 90 persen.
Sementara itu, berbeda dengan Kotta Hotel Semarang, tingkat okupansi hotel sejauh ini di Hotel Dafam Semarang malah belum mampu menyaingi okupansi tahun kemarin.
“Tahun kemarin bisa kita bilang lebih ramai, karena tahun kemarin kan mungkin after pandemi, orang yang sudah lama tidak liburan akhirnya boleh liburan. Jadi bisa kita bilang lebih ramai tahun lalu,” ucapnya.
Namun demikian, Jati menyebut jika yang paling terasa pada momen Nataru adalah adanya peningkatan dari segi harga. Menurutnya, harga sewa kamar pada Nataru lebih tinggi lantaran bersamaan dengan peak season.
“Kenaikan harga bisa 50 sampai 75 persen dari harga biasa,” jelasnya.
Adapun Hotel Dafam Semarang juga menyelenggarakan agenda khusus tahun baru. Bertajuk ‘Dafam in Wonderland’, bakal ada live acoustic, games & doorprize, room voucher, magic corner, countdown hingga pesta kembang api. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





