Pariwisata

Mooncake Festival 2026 Jadi Titik Temu Tradisi, Kuliner dan Teknologi di Pecinan Semarang

×

Mooncake Festival 2026 Jadi Titik Temu Tradisi, Kuliner dan Teknologi di Pecinan Semarang

Sebarkan artikel ini
Mooncake Festival 2026 Jadi Titik Temu Tradisi, Kuliner dan Teknologi di Pecinan Semarang
Semarak Festival Mooncake 2026 di Tay Kak Sie kawasan Pecinan Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Teknologi ini untuk mengemas sejarah agar lebih mudah masyarakat terima, khususnya generasi muda. Cara tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi.

Bagi Agustina, sejarah tidak seharusnya hanya tersimpan sebagai peninggalan. Cerita masa lalu harus dapat kita hidupkan kembali dan menjadi bagian dari kehidupan kota.

“Kalau kita bisa menghidupkan sejarah dengan cara yang bisa generasi sekarang terima, maka budaya tidak berhenti menjadi cerita. Ia tetap hidup dan bisa menjadi bagian dari masa depan Semarang,” ujarnya.

Selain budaya dan sejarah, Mooncake Festival 2026 juga membawa dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Heritage Food Festival 2026 melibatkan 75 tenant UMKM di kawasan Gang Warung.

Kehadiran UMKM membuat festival tidak hanya menjadi ruang pertunjukan. Masyarakat juga dapat menikmati kuliner sekaligus mengenal produk yang berkembang di kawasan Pecinan.

Rangkaian festival turut menghadirkan kirab budaya serta pertunjukan seni yang melibatkan berbagai komunitas di Kota Semarang. Keterlibatan lintas komunitas membuat perayaan tersebut memiliki ruang interaksi yang lebih luas.

Jamuan Tok Panjang 

Pesan kebersamaan juga terlihat dalam tradisi Jamuan Makan Tok Panjang di Kelenteng See Hoo Kiong.

Masyarakat, perwakilan kelenteng, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Semarang duduk bersama dalam satu meja.

Agustina mengatakan, Tok Panjang memiliki makna lebih dari sekadar makan bersama. Tradisi tersebut membuka ruang komunikasi antarmasyarakat.

“Tok Panjang adalah tradisi jamuan yang dinikmati bersama. Hidangannya juga tidak boleh terlalu banyak, karena justru hidangan inilah yang akan membuat kita bercerita dan berbincang,” ujarnya.

Ketua Panitia Mooncake Festival 2026 sekaligus Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie, Tanto Hermawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang telah diturunkan antargenerasi.

Menurut Tanto, bentuk bulat kue bulan memiliki simbol persatuan dan keutuhan. Pesan itu dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat Semarang yang memiliki latar belakang beragam.