Jateng

Naik Dokar, 4 Guru Besar UIN Salatiga Resmi Dikukuhkan dengan Semangat Green Campus

×

Naik Dokar, 4 Guru Besar UIN Salatiga Resmi Dikukuhkan dengan Semangat Green Campus

Sebarkan artikel ini
pengukuhan guru UIN salatiga
Rombongan dokar pengangkut guru besar dan keluarga menuju tempat pengukuhan, Selasa, 22 Juli 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengukuhkan empat guru besar sekaligus, Selasa, 22 Juli 2025.

Keempat guru besar tersebut adalah Prof Dr Supardi SAg MA, guru besar bidang Pendidikan Bahasa Arab; Prof Dr Achmad Maimun MAg (bidang Psikologi Islam); Prof Dr Mochlasin MAg (bidang Ekonomi Islam) dan Prof Dr Abdul Aziz NP SAg MM (bidang Manajemen).

Rangkaian acara pengukuhan keempat guru besar UIN Salatiga kali ini kental dengan semangat ‘Green Wasathiyah Campus’.

Pasalnya rombongan keempat guru besar ini menuju tempat acara pengukuhan di Auditorium Prof Dr Achmadi dengan menaiki dokar.

Perjalanan rombongan guru besar ini dimulai dari halaman Masjid Jami Baitusy Syukur yang berada di Jalan Lingkar Salatiga (JLS).

Di gedung auditorium, rombongan guru besar ini disambut puluhan pohon sebagai bentuk ucapan selamat atas pengukuhan mereka.

BACA JUGA: Satya Wacana Salatiga Raih Kemenangan Kedua di IBL 2025, Rajawali Medan Kembali Tumbang

Salah satu guru besar, Prof Dr Mochlasin MAg mengatakan, ini sebagai momentum meneguhkan UIN Salatiga sebagai ‘Green Wasathiyah Campus’.

Semua harus peduli dan selalu menjaga lingkungan. “Pengukuhan guru besar ini menjadi bagian dari gerakan tersebut,” jelasnya.

Hari ini, lanjutnya, rombongan guru besar naik dokar karena merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan dan juga bagian dari kearifan lokal.

“Dokar harus kembali diangkat kembali, karena merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan dan minim polusi,” tambah Mochlasin.

Prof Dr Achmad Maimun menambahkan, penggunaan dokar pada pengukuhan guru besar kali ini untuk meneguhkan visi misi UIN Salatiga.

“Untuk mewujudkan UIN Salatiga sebagai ‘Green Wasathiyah Campus’, kita harus mulai membiasakan menggunakan kendaraan yang polusinya kecil,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Salatiga, Prof Dr Zakiyuddin Baidhawy MAg menyampaikan pengukuhan guru besar menjadi tonggak penting.

Khususnya dalam memperkuat komitmen kampus untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak nyata bagi transformasi masyarakat.

BACA JUGA: Semarang Kuasai Kualifikasi Shorinji Kempo Porprov Jateng XVII 2026, Sabet 9 Emas dan Loloskan 21 Kenshi

Saat dunia pendidikan nasional bergerak menuju paradigma kurikulum berdampak, universitas harus menjadi ruang penghasil solusi.

“UIN Salatiga menegaskan diri sebagai pilar ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai serta mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Keberadaan guru besar, lanjut rektor, merupakan instrumen penggerak perubahan, baik di ruang kelas, ruang riset maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

Untuk itu, UIN Salatiga terus menyiapkan generasi pendidik yang visioner. Maka guru besar adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem akademik tersebut.

“Termasuk untuk menghasilkan berbagai penelitian yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan menghidupkan pengabdian sosial berbasis ilmu,” tegas Prof Zakiyuddin. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp