SEMARANG, beritajateng.tv – Tim muda Satya Wacana Salatiga (SWS) kembali membuktikan kualitasnya di awal kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) Gopay 2025.
Bertanding di GOR Basket Susilo Wibowo, Universitas Diponegoro, Sabtu (25/1/2025), SWS sukses menundukkan Rajawali Medan (RJM) dengan skor tipis 78-74.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Satya Wacana di IBL 2025 musim ini. Sekaligus mempertegas kesiapan mereka dalam menghadapi kompetisi.
Strategi pertahanan SWS terbukti efektif dalam meredam agresivitas bintang Rajawali Medan, Quintin Dove, meskipun ia berhasil mencatatkan 40 poin, rekor pribadi yang impresif.
BACA JUGA: Satya Wacana Salatiga Takluk di Tangan Pelita Jaya Bakrie dalam IBL 2025
Pelatih SWS, Jerry Lolowang, memuji kerja sama timnya dalam mengatasi tekanan sepanjang laga.
“Kami sangat menghormati Rajawali Medan. Dove adalah pemain yang serba bisa, jadi fokus kami adalah membatasi ruang geraknya,” kata Jerry dalam konferensi pers.
SWS memulai laga dengan keunggulan signifikan, menutup kuarter pertama dengan skor 27-15. Meski Rajawali sempat menyamakan kedudukan di kuarter kedua (22-22), dominasi SWS terus berlanjut hingga akhir pertandingan.
Aksi gemilang Ikcaven Curry, yang mencatatkan 28 poin, 9 rebound, dan 2 steal, menjadi salah satu kunci utama kemenangan ini.
Selain Curry, Marquis Davidson juga berkontribusi dengan mencetak 10 poin, 11 asis, dan 8 rebound, meskipun efisiensi tembakannya masih perlu ditingkatkan. Kevin Sihombing turut menyumbang 10 poin selama 26 menit bermain.
Dari kubu Rajawali, Quintin Dove menjadi andalan utama dengan torehan 40 poin dari 11/20 tembakan dan 13/17 lemparan bebas.
Ia juga menambahkan 8 rebound dan 3 asis. Namun, upaya Dove tidak cukup untuk membawa timnya meraih kemenangan, terutama karena Rajawali melakukan 11 turnover yang merugikan di kuarter akhir.
Pelatih Rajawali Medan, Raoul Miguel Hadinoto, mengakui bahwa awal permainan yang lambat menjadi penyebab kekalahan timnya.
“Selamat kepada SWS atas kemenangan mereka. Kami terlalu lambat di kuarter pertama, tertinggal 12 poin, dan itu sulit untuk dikejar meski kami sempat unggul di beberapa kuarter berikutnya,” ujarnya.
Menurut Raoul, kesalahan dalam pengambilan keputusan dan terlalu banyak turnover menjadi catatan penting untuk evaluasi timnya.
“Game plan kami sebenarnya berjalan dengan baik, tapi kurangnya eksekusi dan keputusan yang tepat dari pemain membuat hasilnya tidak maksimal,” tambahnya.
Kemenangan ini membawa SWS ke jalur positif dengan dua kemenangan dari empat pertandingan awal IBL 2025.
Jerry Lolowang berharap timnya bisa meraih satu kemenangan lagi dari enam pertandingan tersisa di bulan Januari.
“Februari dan Maret akan menjadi ujian berat bagi kami. Namun, dua kemenangan ini menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri tim,” kata Jerry.
Selanjutnya, Satya Wacana Salatiga akan menghadapi Borneo pada Minggu (26/1/2025). Sementara itu, Rajawali Medan bertekad bangkit dari empat kekalahan beruntun saat melakoni pertandingan berikutnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





