Peristiwa

Napi Kasus Curanmor di Rutan Semarang Tewas Gantung Diri, Polisi Selidiki Penyebabnya

×

Napi Kasus Curanmor di Rutan Semarang Tewas Gantung Diri, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Mayat Kendal | Mahasiswa Unnes | Narapidana Semarang Tewas | Karaoke Semarang | Tawuran Genuk | ASN Temanggung | Ibu Semarang | Duel Pelajar Semarang | Lansia Semarang Barat | Darso | Pembunuhan Peterongan | Mayat Kendal | ilustrasi mayat | Mayat Bawaslu | Pengusaha Tembaga
Ilustrasi korban. (Foto: Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang narapidana berinisial FNA (40) asal Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, ditemukan tewas dalam Rumah Tahanan Kelas I Semarang, Sabtu, 9 Agustus 2025 dini hari. Ia merupakan terpidana kasus pencurian sepeda motor.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Andy Susanto, mengungkapkan peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 04.20 WIB. Beberapa jam sebelumnya, korban masih terlihat terjaga oleh petugas rutan.

Salah satu narapidana lain memberi isyarat kepada penjaga rutan, lalu memberi tahu bahwa ada penghuni yang tewas. Petugas langsung bergerak memeriksa dan menemukan FNA tergantung.

BACA JUGA: Dua Napi Lapas Semarang Langsung Bebas Usai Terima Amnesti Presiden, Se-Jateng 65 Narapidana

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban menggunakan sarung yang tersambung potongan celana, lalu mengikatkannya pada besi jeruji di dinding setinggi 3,2 meter. Posisi kaki korban masih menyentuh lantai saat penemuan.

“Benar, kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Andy, Minggu, 10 Agustus 2025.

Ia menambahkan, pihaknya menunggu hasil visum serta pemeriksaan Inafis untuk memastikan penyebab kematian.

Jenazah korban telah dibawa menuju RSUP Dr. Kariadi guna pemeriksaan lanjutan. Andy menyebut, Polrestabes Semarang akan menyampaikan keterangan resmi pada Senin mendatang.

BACA JUGA: Kisah Saminah, Napi Asal Banyumas Pembunuh Satu Keluarga, Kini Tobat di Balik Jeruji Besi

“Sudah ada beberapa saksi yang kami periksa, termasuk dua penjaga rutan,” ungkap Andy.

Ia menegaskan, keterangan lengkap akan polisi ungkap setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. Informasi yang polisi himpun menyebutkan, korban terlihat masih terjaga sekitar pukul 03.00 WIB.

Selang satu jam kemudian, laporan kematian itu muncul dari sesama tahanan. Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi dan melakukan pengecekan.

Pihak kepolisian belum memaparkan dugaan lain selain indikasi bunuh diri. Meski demikian, pemeriksaan tetap berlangsung untuk menyingkap seluruh kemungkinan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp