BACA JUGA: Terungkap! Alasan Relokasi PKL Simpang Lima Semarang, Demi Proyek Investasi Sido Muncul di Ex E-Plaza
Menurut Agustina, desain akhir penataan masih dalam tahap pembahasan. Beberapa aspek, seperti ukuran lapak, penempatan fasilitas pendukung, hingga lokasi tempat sampah masih terus di matangkan agar tidak mengurangi kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Selain menata kawasan, Pemkot Semarang juga menyiapkan konsep pembiayaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pemerintah ingin pembangunan shelter PKL Simpang Lima baru. Melalui kolaborasi dengan dunia usaha sehingga tidak sepenuhnya membebani anggaran daerah maupun para pedagang.
“Kami ingin menjadikan penataan Simpang Lima sebagai kerja bersama. Pemerintah, BUMD, swasta, hingga stakeholder lain bisa ikut berkontribusi. Misalnya Bank Jateng membantu pembangunan lapak, sementara sistem pembayaran retribusi menggunakan QRIS yang pengelolaannya secara digital. Model seperti ini lebih efisien, transparan, sekaligus dapat meminimalkan potensi kebocoran retribusi,” ungkap Agustina.
Ia menegaskan, prioritas utama Pemkot Semarang saat ini adalah memastikan proyek pengendalian banjir berjalan sesuai rencana tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para PKL.
“Bagi kami, yang paling penting Simpang Lima tidak lagi banjir. Namun, dampak terhadap pedagang juga harus selesai dengan baik sehingga mereka tetap bisa mencari nafkah selama proses penataan berlangsung,” pungkasnya. (*)





