SEMARANG, beritajateng.tv – Gelombang tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda perairan utara Jawa kembali melumpuhkan aktivitas nelayan di Kota Semarang. Musim baratan memaksa banyak perahu nelayan tetap bersandar di dermaga demi keselamatan.
Di tengah berhentinya aktivitas melaut, Pemerintah Kota Semarang turun langsung memberikan bantuan paket sembako kepada nelayan yang terdampak.
Penyaluran bantuan untuk kawasan pesisir Tambak Mulyo, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat musim baratan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa bantuan ini untuk meringankan beban ekonomi nelayan selama mereka tidak bisa melaut.
“Musim baratan ini berat bagi nelayan. Mereka tidak bisa melaut karena gelombang tinggi, sementara kebutuhan sehari-hari tetap harus terpenuhi. Bantuan sembako ini kami harapkan bisa membantu mereka bertahan,” ujar Agustina di Tambak Mulyo, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Agustina, Pemkot Semarang memprioritaskan nelayan yang benar-benar terdampak langsung, terutama mereka yang penghasilannya berhenti total selama musim baratan.
Di Tambak Mulyo, jumlah nelayan yang tidak bisa melaut tercatat cukup banyak akibat kondisi cuaca yang belum bersahabat.
Selain menyalurkan bantuan sembako, Pemkot Semarang juga memberi perhatian khusus pada nelayan yang mengalami musibah. Salah satunya adalah nelayan yang kapalnya tenggelam akibat cuaca buruk.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Pendapatan Nelayan Tambakrejo Anjlok
“Tadi ada nelayan yang kapalnya tenggelam. Setelah kapalnya berhasil diangkat, kami akan carikan pembiayaan untuk memperbaiki mesinnya agar bisa kembali melaut saat cuaca membaik,” ungkap Agustina.
Langkah bantuan sosial ini menjadi bagian dari upaya jangka pendek Pemkot Semarang dalam menjaga ketahanan ekonomi nelayan pesisir.
Pemerintah menyadari bahwa musim baratan tidak hanya berdampak pada keselamatan melaut, tetapi juga langsung memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi keluarga nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, menambahkan bahwa musim baratan kerap membuat nelayan kehilangan sumber penghasilan utama. Oleh karena itu, bantuan sembako menjadi kebutuhan mendesak agar nelayan tidak terjerat utang selama masa paceklik.
“Bantuan ini penting untuk menjaga kebutuhan dasar nelayan. Dengan begitu, mereka tidak perlu bergantung pada pinjaman harian yang justru bisa menambah beban ekonomi,” kata Soenarto.
Selain bantuan sembako, Pemkot Semarang juga menyiapkan program pendampingan agar nelayan tetap memiliki aktivitas produktif selama musim baratan. Salah satunya melalui pelatihan budidaya ikan air tawar yang dapat dilakukan di sekitar rumah nelayan.
Meski demikian, Agustina menegaskan bahwa bantuan sembako tetap menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat seperti saat ini.
Pihaknya ingin memastikan nelayan dan keluarganya tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok sambil menunggu cuaca kembali bersahabat.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan nelayan tetap bisa makan dan keluarganya terjaga. Sambil berjalan, kami siapkan juga program pemberdayaan agar mereka lebih kuat menghadapi musim paceklik,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





