Ia berharap pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan normalisasi Sungai Plumbon dan pembangunan tanggul permanen agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Masyarakat sekarang merasa waswas. Harapan kami BBWS bisa segera melakukan penanganan permanen dan normalisasi sungai,” tegasnya.
Saat ini, petugas gabungan bersama warga masih melakukan penanganan darurat dengan pemasangan anyaman (Trucuk) bambu dan penguatan tanggul sementara untuk mencegah air kembali masuk ke permukiman apabila hujan deras turun lagi.
Mirzaq menyebut sedikitnya 200 kepala keluarga di RT 1 hingga RT 5 terdampak kejadian tersebut. Sementara kerugian material masih dalam proses pendataan.
“Kami fokus melakukan pengamanan agar air tidak kembali masuk ke permukiman warga jika hujan turun lagi,” pungkasnya. (*)





