“Awalnya juga aku merasa padel overpriced, tapi makin ke sini makin banyak fasilitas yang affordable tapi tetap mementingkan kenyamanan,” katanya.
Sintya juga membandingkan pengalamannya bermain di sejumlah lapangan padel dengan fasilitas Durian Padel di Banyumanik, Semarang.
Menurutnya, salah satu hal yang paling terasa adalah kenyamanan court, terutama pada bagian karpet lapangan. “Perbedaannya mungkin kenyamanan di court. Dengan tiga lapangan padel yang ada, yang paling menarik memang di bagian court karena court-nya nyaman banget,” ungkapnya.
BACA JUGA: Mak Jegagik Padel Semarang Meriahkan HUT RI ke-81, Wali Kota Agustina Ajak Rayakan Kemerdekaan Sambil Berbagi
Ia menilai harga sewa yang berada di kisaran Rp100 ribuan tetap bisa memberikan fasilitas lapangan yang nyaman.
“Menurut aku sangat affordable dengan harga ratusan, seratus sekian ribu, tapi bisa kasih kenyamanan di lapangan yang luar biasa, khususnya di bagian karpetnya,” imbuh Sintya.
Kehadiran lapangan padel di kawasan dekat kampus menurut Sintya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mencoba olahraga baru tanpa harus langsung memikirkan kemampuan maupun pengalaman bermain.
Pemain film “Kamu Tidak Sendiri” itu mengajak mahasiswa yang penasaran dengan padel untuk tidak terlalu banyak berpikir sebelum mencoba.
“Sarana olahraga banyak banget pilihannya. Apalagi kita di Indonesia, banyak banget olahraga yang bisa kita nikmati, dan mungkin salah satunya padel,” katanya.
Sintya pun punya pesan sederhana bagi mereka yang masih ragu. “Untuk teman-teman mahasiswa yang mau coba, coba saja dulu,” ujarnya berseloroh. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





