Gaya Hidup

Pengen Ngopi dengan Vibes Kereta Api? Kuy Nongki di Kedai Kopi Susu Bu Lurah!

×

Pengen Ngopi dengan Vibes Kereta Api? Kuy Nongki di Kedai Kopi Susu Bu Lurah!

Sebarkan artikel ini
Kopi Susu Bu Lurah
Kopi Susu Bu Lurah, tempat nongki yang punya vibes unik dibanding tempat lain. Selasa (6/6/2023). (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv).

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang tak pernah kehabisan tempat nongkrong yang menarik untuk dikunjungi. Tak hanya di sekitar pusat kota, namun juga merambah ke penjuru kota. Salah satunya Kedai Kopi Susu Bu Lurah di Jalan Rinjani Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang.

Terletak di daerah dengan pepohonan yang masih asri, Kopi Susu Bu Lurah menawarkan suasana nongkrong dan ngopi yang tenang dan sejuk. Namun, bukan itu daya tarik utamanya.

Yang menarik dan tak bisa kita jumpai di tempat lain adalah, Kopi Susu Bu Lurah menghadirkan pengalaman yang unik dengan pemandangan kereta asli yang terpajang di pekarangannya. Beberapa rangkaian gerbong kereta yang nampak usang tapi masih terlihat gagah siap menyambut kedatangan pengunjung.

Guntur, manajer operasional Kopi Susu Bu Lurah menjelaskan, keberadaan rangkaian kereta api berasal dari ayah pemilik Kopi Susu Bu Lurah, Sulistyo Wimbo Hardjito. Ia pernah menjadi direktur komersial PT Kereta Api Indonesia (KAI) periode 2009-2014.

“Selepas dari PT KAI, beliau pensiun dan ingin ada kenang-kenangan dari KAI, kata beliau kalo pesawat pribadi sudah wajar, yang belum banyak punya itu kereta api, akhrinya beli ini,” jelasnya kepada beritajateng.tv, Senin 5 Juni 2023.

Singkat cerita, akhirnya ia memutuskan untuk membeli lokomotif berserta rangkaian gerbongnya. Kata Guntur, rangkaian kereta ini adalah kereta tua yang sudah tidak beroperasi dan dibeli layaknya besi tua kiloan.

“Kereta yang sudah pensiun, tadinya memang mau dilebur di Krakatau Steel,” lanjutnya.

Setelah restorasi, rangkaian kereta tersebut kemudian menjadi pajangan di halaman rumah sejak tahun 2012 silam, jauh sebelum kedai kopi ini berdiri.

Cerita unik kedai kopi susu Bu Lurah

Sebelum menjadi pajangan di kedai kopi, siapa sangka rangkaian kereta tersebut sempat dimanfaatkan untuk menjadi kantor. Bahkan, hal tersebut menyabet penghargaan MURI sebagai kantor pertama di dalam gerbong kereta.

“Dulu awalnya gerbong yang sana buat kantor bisnis rental mobil,” kata Guntur.

Ada cerita unik ketika rangkaian kereta tersebut mejeng di halaman depan rumah Wimbo jauh sebelum kedai kopi ini berdiri. Guntur mengungkap, rangkaian kereta pernah dikira menjual kopi.

“Dulu sebelum ada kafe, cuma rangkaian kereta aja dan masih jadi kantor, ada orang mampir dikira jual kopi, eh akhirnya jadi kafe beneran sekarang,” ujar Guntur sambil tertawa.

Namun, seperti besi tua yang termakan usia, kekuatan dan kelaikannya tergerus zaman. Tak mau ambil risiko, kini gerbong tersebut belum lagi difungsikan secara maksimal kembali.

“Sekarang sudah enggak, namanya besi tua, nggak mau ambil risiko. Saat ini untuk mushola dan mess tukang parkir,” lanjutnya.

Meski begitu, pengalaman nongkrong dan ngopi bersama rangkaian kereta tak bisa kamu lewatkan begitu saja. Menu andalan Kopi Susu Bu Lurah saat ini adalah kopi susu dengan seratus persen arabika. Kemudian ada beberapa camilan dan makanan berat kekinian.

Harganya sangat terjangkau mulai Rp 15 ribuan. Fasilitas yang ada juga cukup lengkap, mulai dari wifi, toilet, tempat meeting, dan musala. Kopi Susu Bu Lurah buka setiap hari dari jam 9.00 WIB sampai 22.00 WIB (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp