Jateng

Normalisasi Sungai Plumbon Tunggu Pembebasan 320 Bidang Lahan, BBWS Butuh Tambahan Rp132 Miliar

×

Normalisasi Sungai Plumbon Tunggu Pembebasan 320 Bidang Lahan, BBWS Butuh Tambahan Rp132 Miliar

Sebarkan artikel ini
Tanggul Sungai Plumbon Kembali Jebol, Dewan Minta BBWS Segera Lakukan Normalisasi
Petugas memasang sandbag pada tanggul Sungai Plumbon yang jebol dan menyebabkan banjir di Tugu. (Ellya/beritajateng.tv)

Sementara itu, Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menegaskan bahwa kewenangan normalisasi Sungai Plumbon berada di bawah BBWS Pemali Juana.

Ia menyebut sedimentasi di sungai tersebut sudah cukup tinggi sehingga pengerukan tanpa perbaikan talut justru berisiko memperparah kerusakan.

“Kalau hanya dikeruk tanpa perbaikan tanggul, justru bisa jebol lebih panjang saat hujan deras. Itu sebabnya harus dilakukan secara menyeluruh sesuai desain,” ujar Suwarto.

Menurutnya, desain teknis sudah selesai dan siap dijalankan. Tantangan utama kini tinggal pembebasan lahan dan kepastian anggaran. Pemkot Semarang berkomitmen membantu proses sosialisasi kepada warga agar tidak ada penolakan yang dapat menghambat proyek.

“Kami siap membantu sosialisasi ke masyarakat. Harapannya tidak ada satu pun warga yang keberatan sehingga proyek ini bisa berjalan lancar,” katanya.

Pemkot juga terus berperan dalam mitigasi bencana dan penanganan darurat melalui BPBD dan dinas terkait, termasuk penyediaan logistik bagi warga terdampak banjir.

Pentingnya Normalisasi Sungai

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman menilai Sungai Plumbon kini menjadi titik krusial yang harus segera pemerintah tangani secara menyeluruh melalui program normalisasi.

Menurut Pilus, sapaannya, jika berbicara banjir di kawasan barat, ada dua sungai yang selama ini menjadi perhatian, yakni Sungai Bringin dan Sungai Plumbon.

Untuk Sungai Bringin, proses normalisasi dinilai sudah cukup membantu mengurangi intensitas banjir meskipun belum sepenuhnya sempurna.

“Kalau Bringin Alhamdulillah sudah dinormalisasi dan itu sangat mengurangi intensitas banjir. Walaupun masih ada kekurangan, tapi jauh lebih baik. Sekarang yang rutin terjadi itu di Plumbon,” ujar Pilus.

Ia menggambarkan banjir di kawasan Plumbon sudah seperti siklus berulang setiap musim hujan. Dalam sehari, jika hujan turun beberapa kali, genangan pun bisa terjadi berulang.

“Banjir di Plumbon itu seperti langganan. Setiap hujan pasti melimpas. Kalau sehari hujan tiga kali, ya bisa tiga kali banjir. Itu karena sungainya sudah menyempit dan dangkal,” katanya.