KENDAL, 13/12 (BeritaJateng.tv) – Objek Wisata Taman Buah di Desa Sidomakmur Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal yang berada di lahan Perhutani, terpaksa tidak beroperasi karena adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Untuk itu, Pemerintah Desa Sidomakmur, mulai membenahi tempat wisata Taman Buah yang sudah dirintis sejak akhir tahun 2018.
Kepala Desa Sidomakmur, Bambang Sukaryono menjelaskan, area wisata yang sudah dipersiapkan luasnya hingga mencapai sepuluh hektare.
Dari lahan tersebut yang seluas empat hektare sudah ditanami berbagai jenis tanaman buah-buahan.
Selama objek wisata kebun buah Sidomakmur Kendal beroperasi, protokol kesehatan (Prokes) ketat di berlakukan. Warga yang datang diwajibkan memakai masker, memberi spot-spot untuk cuci tangan dan menyediakan hand sanitizer dan menjaga jarak, memberi jarak duduk dan sebagainya.
“Seperti rambutan, durian, jeruk nipis, jambu air, kedondong, sirsak dan lainnya yang sebagian sudah berbuah,” jelas Bambang, Senin (13/12).
Menurutnya, jika di Bogor ada wisata buah gamanya taman buah Mekarsari, maka dirinya berharap, di Kendal juga punya wisata taman buah namanya Taman Duah Sidomakmur.
Rencananya, lanjut Bambang, mulai awal januari 2022, sisa lahan yang ada akan ditanami beberapa jenis tanaman buah-buahan, namun penanamannya akan dikelompokkan per jenis tanaman.
“Yaitu kelompok durian, kelompok rambutan dan seterusnya, sehingga tertata rapi. Kami sudah siapkan bibit buahnya sekitar 5.000 sampai 10.000 bibit,” imbuhnya.
Bambang mengungkapkan, wisata Taman Buah Sidomakmur akan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti arena permainan anak-anak, flying fox dan panjat tebing.
Konsepnya, selain sebagai wisata taman buah, juga sebagai tempat perkemahan, wisata religi dan wisata sungai dengan fasilitas rafting dan tubing dengan memanfaatkan sungai yang jernih.





