SEMARANG, beritajateng.tv – Pasca inspeksi mendadak (sidak) dari Badan Gizi Nasional (BGN), dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, kini tengah menjalani pembenahan besar-besaran. Aktivitas di lokasi belum sepenuhnya normal karena fokus diarahkan pada perbaikan fasilitas dan sistem operasional.
PIC Yayasan Annajah Insan Cendekia selaku mitra SPPG Lempongsari, Ardian Atim, menjelaskan bahwa dapur saat ini tengah pembenahan secara menyeluruh pascasidak dan penghentian operasional sementara.
Ardian mengatakan, pihaknya sebagai mitra bertanggung jawab terhadap penyediaan fasilitas bangunan dan peralatan dapur. Hasil evaluasi langsung pihaknya tindaklanjuti dengan berbagai perbaikan.
“Kalau dari sisi mitra, kami berperan melengkapi fasilitas bangunan dan peralatan. Dari catatan kemarin, apa yang harus diperbaiki dari sisi mitra, semua kita renovasi dan kita benahi,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Lempongsari pada Rabu, 1 April 2026.
Salah satu pembenahan utama pihaknya lakukan pada ruang pengolahan yang sebelumnya memiliki suhu cukup panas. Kini, sirkulasi udara dalam perbaikan dengan penambahan exhaust agar aliran udara lebih optimal.
BACA JUGA: BGN soal SPPG Gondangsari Bukber di Hotel Bintang Magelang: Tak Masalah, Asal Mudah untuk Kumpul
Selain itu, ruang loker relawan juga turut pembenahan, termasuk pemisahan loker pria dan wanita serta penataan alur sterilisasi sebelum memasuki ruang produksi.
Permasalahan rembesan air di lantai juga menjadi perhatian. Ardian menjelaskan, bangunan dapur tersebut merupakan bekas kafe yang memiliki saluran air di bawah bangunan.
“Dapur itu dulu bekas kafe, ada saluran air di bawah bangunan. Sekarang sudah kita tutup dan perbaiki semua, jadi sudah tidak ada rembes lagi,” jelasnya.
Perbaikan juga dilakukan pada plafon, dinding, hingga titik-titik yang sebelumnya berjamur. Seluruh bagian yang rusak kini telah dicat ulang dan diperbaiki agar memenuhi standar kebersihan dapur produksi.
Tak hanya dari sisi fisik, pembenahan juga di lakukan pada sistem tata kelola. Setelah renovasi rampung, seluruh relawan di jadwalkan mengikuti pelatihan ulang guna memperketat standar operasional. Termasuk penggunaan APD serta alur kerja di dapur.
Ardian menegaskan, pembenahan tidak hanya berdasarkan hasil sidak, tetapi juga evaluasi internal agar operasional dapur ke depan bisa berjalan lebih optimal.
“Karena mumpung operasional di hentikan, sekalian kita benahi semaksimal mungkin. Target kami minggu ini selesai semua,” katanya.
Sebelumnya, pada Senin, 30 Maret 2026, Kelurahan Lempongsari telah memfasilitasi mediasi antara sejumlah pihak terkait polemik hasil sidak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Mediasi untuk Solusi Terbaik Program Pemenuhan Gizi
Lurah Lempongsari, Tin Subekti, menjelaskan, keberadaan SPPG di wilayahnya memiliki peran penting karena menyasar kelompok rentan seperti balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui) yang berada di lingkungan Lempongsari.
“Intinya kami sebagai pemangku wilayah hanya memfasilitasi. Kami mempertemukan semua pihak agar bisa koordinasi langsung, karena kalau hanya lewat WhatsApp atau telepon itu berbeda. Ketemu langsung bisa saling memahami,” ujarnya saat beritajateng.tv temui usai mediasi di Kelurahan Lempongsari pada Senin, 30 Maret 2026.
Ia menekankan, pemberlakuan mediasi untuk mencari solusi terbaik. Hal ini agar program pemenuhan gizi dari pemerintah tetap berjalan, sekaligus memastikan operasional SPPG dapat kembali normal tanpa mengorbankan kualitas layanan.
“Penerima manfaat tetap harus menerima karena mereka membutuhkan. Di sisi lain, SPPG juga harus tetap bisa beroperasi karena ini program pemerintah yang harus kita sukseskan,” imbuhnya.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, SPPG Ngawen 3 Blora Mulai Beroperasi, Menu MBG Perdana Sajikan Rendang Sapi
Sebagai informasi, sidak terhadap SPPG Lempongsari BGN lakukan pada 11 Maret 2026. Video sidak tersebut di unggah di Instagram @sidakbgn.
Dalam inspeksi tersebut, terdapat penemuan sejumlah catatan, mulai dari kondisi dapur yang belum memenuhi standar hingga kualitas bahan makanan yang perlu perbaikan.
Dari unggahan tersebut, BGN resmi menghentikan operasional sementara sejak tanggal 15 Maret 2026 yang pihak tersebut terbitkan melalui surat nomor 952/D.TWAS/03/2026 perihal “Pemberhentian Operasional Sementara”. (*)
Editor: Farah Nazila





