Sementara itu, Ahmad Luthfi mengatakan dari tinjauannya di Posko SPMB, memang ada penemuan beberapa kendala dalam SPMB SMAN/SMKN. Seperti alamat rumah, nomor registrasi kartu keluarga dan lainnya sudah petugas layani dengan baik.
“Di Jawa Tengah memang saya wanti-wanti tentang profesionalisme. Petugas harus melayani dengan cara tersenyum, ramah,” katanya usai tinjauan.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Bakal Gelar Retret 546 ASN di Jawa Tengah pada Juni 2025, Ikut-ikutan Prabowo?
Ia juga menegaskan bahwa hal paling pokok terkait SPMB SMA/SMK/ SLB di Jawa Tengah tidak mengenal istilah titip-titip dengan tagline “No Titip-titip, No Jastip”. Ia menekankan pendaftaran harus sesuai dengan kemampuan anak didik, orangtua murid tidak boleh memaksakan kehendak.
“Gak oleh titip-titip, (tidak boleh terima jasa titipan), semuanya normatif apa adanya,” kata dia. (*)
Editor: Farah Nazila





