Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Ajak Milenial Cintai Budaya Indonesia

Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Ajak Milenial Cintai Budaya Indonesia

SEMARANG, 19/6 (BeritaJateng.tv) – Kesenian Tradisional kini kian berkembang, hal itu terbukti dengan banyak berdirinya sanggar-sangar dan paguyuban Seni Tradisional baru di Indonesia.

Kemajuan jaman yang seperti saat ini, tidak membuat Kesenian Tradisional punah, hal itu terlihat dengan masih banyaknya masyarakat serta kawula muda pecinta seni yang peduli dengan ikut menjaga serta mengembangkannya.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Budoyo, yang beralamat di Lingkungan Ngrawan Kidul Rt.5/Rw.4, Ngrawan Kidul Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang ikut melestarikan budaya Seni Tradisional.

Sanggar atau paguyuban yang berdiri pada 11 Mei 2022 itu, memang tergolong masih sangat baru. Namun uniknya, Paguyuban Seni Tradisional yang didirikan tak hanya soal belajar bagaimana caranya menari, melainkan juga untuk mengedukasi anak-anak muda tentang sejarah kebudayaan.

“Terbentuk karena kami ingin nguri uri budoyo dan menjadi wadah bagi para pecinta seni dalam hal Seni Tari dan Jaran Kepang untuk anak-anak muda di wilayah sini,” kata Pendiri Paguyuban Satrio Setyo Manunggal, Kristin Smuki, Minggu (19/6).

Selain menjadi wadah untuk anak muda, Kristin juga menjelaskan bahwa tujuan terbentuknya Sanggar atau Paguyuban Satrio Setyo Manunggal untuk merangkul seluruh pecinta seni.

“Di Kabupaten Semarang ini kan banyak anak muda nganggur, ada yang kerja juga, eh dari pada mereka melakukan hal-hal negatif atau hal aneh-aneh, ya kita rangkul. Para pecinta seni kuda lumping di Kabupaten Semarang juga kita rangkul,” jelasnya.

Kristin berharap, dengan adanya paguyuban Seni Tradisional ini, selain bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang diharapkan juga bisa ikut mendukung kelestarian Seni Tradisional yang ada di Paguyuban Satri Setyo Manunggal.

“Kami ada Tarian Klasikan, ada Seni Jaran Kepang, harapan kami bisa tampil di Festival Budaya, Event, Lomba-Lomba Kesenian Sendra Tari, acara pemerintahan dan juga acara hajatan. Kami juga berharap dukungan dari Pemkab Semarang dengan ikut mempromosikan atau paling tidak di beri panggung untuk kami tampil menghibur masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya akan terus konsisten untuk mengembangkan Seni Tradisional agar budaya Indonesia khususnya di Jawa Tengah ini tetap ada dan terjaga.

“Kami konsisten untuk menjaganya, kami akan terus mengedukasi anak muda agar mencintai tradisi budaya Indonesia. Jangan sampai Seni Tradisional ini, ditelan oleh zaman,” tutupnya. (Ak/El)

Leave a Reply