Jateng

Pakar Kesehatan Imbau Wisatawan Glamping Perhatikan Ventilasi, Jangan Tutup Rapat Tenda Saat Gunakan Kompor

×

Pakar Kesehatan Imbau Wisatawan Glamping Perhatikan Ventilasi, Jangan Tutup Rapat Tenda Saat Gunakan Kompor

Sebarkan artikel ini
sikembang glamping wonosobo
Sikembang Glamping, salah satu tempat wisata glamping di Wonosobo, Jawa Tengah. (Instagram/@sikembangglamping)

“Yang paling utama tentu ventilasi ruangan harus cukup. Ada udara yang bisa masuk dan ada udara yang bisa keluar sehingga sirkulasinya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menyarankan wisatawan memastikan adanya jendela atau bukaan udara yang tidak tertutup rapat selama beristirahat.

Andica menjelaskan bahwa pada kasus keracunan gas, bahaya tidak hanya berasal dari berkurangnya kadar oksigen, tetapi juga karena gas beracun yang terjebak di dalam ruangan.

“Masalahnya bukan hanya kurang oksigen, tetapi karena gas berbahaya terperangkap di dalam ruangan tempat korban beristirahat. Saat tubuh sudah lelah dan mengantuk, seseorang bisa kehilangan kesadaran tanpa menyadari kadar oksigen menurun atau kadar gas beracun meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, dalam kondisi tertentu korban bahkan bisa meninggal saat tidur tanpa sempat menyadari adanya ancaman.

Waktu Paparan Gas Bergantung Kondisi Ruangan

Terkait durasi paparan gas hingga menyebabkan kematian, Andica menyebut tidak ada angka pasti karena sangat bergantung pada banyak faktor. Mulai dari konsentrasi gas, ukuran ruangan, kualitas ventilasi hingga kondisi fisik korban.

“Kalau kadar gas karbon monoksida tinggi dan ruangannya sempit, seseorang bisa pingsan dalam hitungan menit. Dalam kondisi tertentu bahkan bisa meninggal dalam waktu singkat,” jelasnya.

Namun pada paparan dengan kadar lebih rendah, prosesnya bisa berlangsung selama beberapa jam sebelum menimbulkan dampak fatal.

Sebelumnya, empat anggota keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, meninggal dunia di Tenda Glamping Safari Nomor 3 kawasan Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, pada Rabu, 27 Mei 2026.

Polda Jawa Tengah hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian keluarga tersebut. Penyidik mendalami dua kemungkinan utama. Yakni paparan gas dari kompor portable yang penggunaannya saat barbeque maupun faktor makanan yang korban konsumsi.

BACA JUGA: Luxcamp Bukit Damar Puncak by Horison Tawarkan Glamping Premium di Alam Sejuk Puncak

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan autopsi telah selesai pihaknya lakukan. Namun, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi forensik terhadap sampel organ korban termuda berusia 16 tahun.