SEMARANG, beritajateng.tv – Misteri penyebab kematian satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang ditemukan meninggal dunia saat menginap di kawasan glamping Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Di tengah proses penyelidikan tersebut, pakar kesehatan dari Universitas Katolik Soegijapranata (SCU) Semarang, dr. Andica Diamanta mengingatkan pentingnya memperhatikan sirkulasi udara saat menginap di ruang tertutup.
Ia menilai, belum ada kesimpulan penyebab pasti kematian belum sebelum hasil autopsi dan toksikologi forensik keluar.
Menurutnya, berdasarkan kronologi yang beredar, terdapat beberapa kemungkinan yang masih perlu ada evaluasi, mulai dari paparan gas berbahaya hingga faktor makanan.
“Kalau dari informasi kronologinya, penyebab kematiannya masih belum bisa terpastikan. Dari sudut pandang medis memang ada beberapa kemungkinan yang perlu di-evaluasi, antara lain keracunan gas atau keracunan makanan,” ujar Andica pada Sabtu, 6 Juni 2026.
BACA JUGA: Penyebab Kematian Keluarga di Glamping Temanggung Belum Terungkap, Polda Jateng: Butuh Waktu Dua Minggu
Ia menjelaskan dugaan paparan gas muncul karena adanya informasi mengenai tenda yang ventilasinya tertutup serta keberadaan kompor gas portable di dalam area glamping.
“Kalau memang ada tenda yang ventilasinya tertutup dan terdapat kompor portable, ada kemungkinan paparan gas berbahaya seperti karbon monoksida. Namun informasi itu belum cukup untuk menentukan penyebab kematian,” katanya.
Andica juga menegaskan bahwa temuan busa putih di mulut korban bukan merupakan tanda spesifik yang dapat langsung mengarah pada satu penyebab kematian tertentu.
“Lebih baik menunggu hasil autopsi lengkap, pemeriksaan toksikologi, dan investigasi lanjutan dari kepolisian untuk menentukan penyebab kematian secara ilmiah,” tambahnya.
Ventilasi Jadi Kunci Pencegahan Keracunan Gas
Terlepas dari penyebab pasti kasus tersebut, Andica mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan ventilasi ketika menginap di glamping maupun ruangan tertutup lainnya.
Menurutnya, sirkulasi udara yang baik menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya penumpukan gas berbahaya.





