Jateng

Pameran UMKM Jateng di Kantor Gubernur, 35 Daerah Pamerkan Produk Lokal dan Kuliner Khas

×

Pameran UMKM Jateng di Kantor Gubernur, 35 Daerah Pamerkan Produk Lokal dan Kuliner Khas

Sebarkan artikel ini
pejabat pemprov jateng
Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka Pameran UMKM 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 20 Agustus 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam perekonomian Jawa Tengah. Luthfi menuturkan, saat ini terdapat sekitar 4,9 juta UMKM di Jawa Tengah yang sebagian besar berada dalam skala mikro.

“UMKM di Jawa Tengah adalah 4,9 juta UMKM yang itu berskala mikro,” ujar Luthfi dalam pembukaan rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 20 Agustus 2026.

Luthfi mengatakan, UMKM skala mikro tersebut banyak bergerak di tingkat masyarakat bawah dan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Ia mencontohkan pelaku usaha seperti penjual es, cendol, bakso hingga usaha kecil lainnya yang tumbuh di tingkat desa.

“Skala mikro itu apa? UMKM kecil yang menjadi tanggung jawab para bupati, wali kota. Di situ ada tukang es, tukang cendol, tukang dok-dok, tukang bakso yang itu merupakan backbone, tulang punggung ekonomi kerakyatan di basis desa atau di basis bawah,” katanya.

Dalam hematnya, pelaku UMKM mikro tersebut perlu ada dorongan agar dapat naik kelas menjadi UMKM kecil yang menjadi perhatian pemerintah provinsi.

Untuk mendorong hal tersebut, Luthfi mengatakan Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) memiliki peran dalam memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari akses permodalan hingga pemasaran.

“Dinas Koperasi main untuk pembimbingan mereka dari mulai akses permodalan dengan KUR biaya murah 6 persen, packaging-nya di – evaluasi,” jelasnya.

Selain permodalan dan kemasan, pemasaran juga menjadi bagian yang perlu diperkuat agar pelaku UMKM dapat mengembangkan skala usahanya. Luthfi berharap pelaku UMKM yang sudah naik kelas nantinya dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri.

“Kemudian pemasarannya dilakukan pengendalian, dia bisa naik kelas menjadi kecil, kalau bisa mikro untuk kita lakukan ekspor ke luar negeri,” ujarnya.

UMKM Disebut Berkontribusi Besar terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jateng