Luthfi menilai UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Jawa Tengah. Ia menyebut jaringan UMKM di Jawa Tengah berkontribusi hampir 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Sehingga jaringan UMKM yang di depan saya nanti akan kita resmikan menyumbang hampir 60 persen untuk pertumbuhan ekonomi di tempat kita,” katanya.
Pandemi Covid-19, kata Luthfi, menjadi salah satu pembelajaran mengenai pentingnya keberadaan UMKM dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mengatakan, pandemi tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga berimplikasi terhadap kondisi ekonomi dan keamanan.
“Covid-19 menjadi pelajaran kita bersama. Di mana pada saat itu adalah kesehatan, implikasi kepada ekonomi, kemudian implikasi pada keamanan,” ujarnya.
BACA JUGA: Hari Koperasi ke-79, KDMP dari Berbagai Daerah Meriahkan Gelar Produk Koperasi dan UMKM di Solo
Oleh sebab itu, pihaknya menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat UMKM sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan.
“Sehingga hari ini di depan Bapak, Ibu sekalian, seluruh kabupaten/kota dan seluruh dinas kita memamerkan UMKM sebagai kebanggaan, backbone, tulang punggungnya ekonomi kerakyatan di Provinsi Jawa Tengah,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





