SEMARANG, beritajateng.tv – Pameran UMKM 2026 resmi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi buka pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, pada 20-22 Agustus 2026. Masyarakat umum dapat mengunjungi pameran tersebut mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Berbagai produk unggulan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Produk yang ditawarkan mulai dari kuliner, minuman, fesyen, hingga kerajinan khas daerah.
Salah satu bagian yang ramai masyarakat kunjungi yakni Festival Jamu dan Kuliner XI 2026.
Pantauan beritajateng.tv pada Kamis siang, sejumlah stan kuliner dari kabupaten/kota tampak terpadati pengunjung. Berbagai makanan dan minuman khas daerah Jawa Tengah ditawarkan kepada masyarakat yang datang.
BACA JUGA: Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM
Sejumlah daerah turut membawa minuman khasnya, mulai dari jamu hingga dawet. Dawet dari Banjarnegara dan Purworejo menjadi salah satu minuman yang banyak pengunjung minati.
Tak hanya minuman, berbagai makanan khas juga menjadi incaran pengunjung. Dari Kabupaten Wonosobo misalnya, mie ongklok dan tempe kemul menjadi salah satu kuliner yang masyarakat incar.
Sementara dari Kabupaten Kudus, antrean tampak di stan yang menyajikan berbagai olahan khas daerah tersebut, mulai dari soto kerbau, sate kerbau hingga empal.
Kuliner khas Banyumas juga tidak kalah ramai. Sroto Sokaraja dan mendoan tampak pengunjung minati hingga sejumlah sajian sempat habis dan masyarakat harus menunggu makanan berikutnya tersedia.
Antrean juga terlihat di stan Sate Ambal dari Kabupaten Kebumen. Berbeda dengan sate pada umumnya yang identik dengan bumbu kacang, Sate Ambal memiliki bumbu berbahan dasar tempe rebus.
Bumbu tersebut menjadi salah satu ciri khas Sate Ambal yang berasal dari Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, yang berada di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi: Ada 4,9 Juta UMKM di Jateng
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam perekonomian Jawa Tengah. Luthfi menuturkan, saat ini terdapat sekitar 4,9 juta UMKM di Jawa Tengah yang sebagian besar berada dalam skala mikro.
“UMKM di Jawa Tengah adalah 4,9 juta UMKM yang itu berskala mikro,” ujar Luthfi dalam pembukaan rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Luthfi mengatakan, UMKM skala mikro tersebut banyak bergerak di tingkat masyarakat bawah dan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Ia mencontohkan pelaku usaha seperti penjual es, cendol, bakso hingga usaha kecil lainnya yang tumbuh di tingkat desa.
“Skala mikro itu apa? UMKM kecil yang menjadi tanggung jawab para bupati, wali kota. Di situ ada tukang es, tukang cendol, tukang dok-dok, tukang bakso yang itu merupakan backbone, tulang punggung ekonomi kerakyatan di basis desa atau di basis bawah,” katanya.
Dalam hematnya, pelaku UMKM mikro tersebut perlu ada dorongan agar dapat naik kelas menjadi UMKM kecil yang menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Untuk mendorong hal tersebut, Luthfi mengatakan Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) memiliki peran dalam memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari akses permodalan hingga pemasaran.
“Dinas Koperasi main untuk pembimbingan mereka dari mulai akses permodalan dengan KUR biaya murah 6 persen, packaging-nya di – evaluasi,” jelasnya.
Selain permodalan dan kemasan, pemasaran juga menjadi bagian yang perlu diperkuat agar pelaku UMKM dapat mengembangkan skala usahanya. Luthfi berharap pelaku UMKM yang sudah naik kelas nantinya dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri.
“Kemudian pemasarannya dilakukan pengendalian, dia bisa naik kelas menjadi kecil, kalau bisa mikro untuk kita lakukan ekspor ke luar negeri,” ujarnya.
UMKM Disebut Berkontribusi Besar terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jateng
Luthfi menilai UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Jawa Tengah. Ia menyebut jaringan UMKM di Jawa Tengah berkontribusi hampir 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Sehingga jaringan UMKM yang di depan saya nanti akan kita resmikan menyumbang hampir 60 persen untuk pertumbuhan ekonomi di tempat kita,” katanya.
Pandemi Covid-19, kata Luthfi, menjadi salah satu pembelajaran mengenai pentingnya keberadaan UMKM dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mengatakan, pandemi tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga berimplikasi terhadap kondisi ekonomi dan keamanan.
“Covid-19 menjadi pelajaran kita bersama. Di mana pada saat itu adalah kesehatan, implikasi kepada ekonomi, kemudian implikasi pada keamanan,” ujarnya.
BACA JUGA: Hari Koperasi ke-79, KDMP dari Berbagai Daerah Meriahkan Gelar Produk Koperasi dan UMKM di Solo
Oleh sebab itu, pihaknya menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat UMKM sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan.
“Sehingga hari ini di depan Bapak, Ibu sekalian, seluruh kabupaten/kota dan seluruh dinas kita memamerkan UMKM sebagai kebanggaan, backbone, tulang punggungnya ekonomi kerakyatan di Provinsi Jawa Tengah,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





