SEMARANG, beritajateng.tv – Situasi cuaca yang cenderung masih tidak menentu, di wilayah Kabupaten Semarang menjadi perhatian penuh jajaran Polres Semarang.
Setiap anggota Polres Semarang di instruksikan untuk lebih menghormati dan peduli terhadap berbagai potensi bencana alam yang ada di lingkungan masing-masing.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, mengatakan, kejadian bencana tidak terduga, mitigasi awal dan respon yang cepat menjadi kunci penting.
“Khususnya, dalam mencegah, menanggulangi dan menghadapi bencana di wilayah Kabupaten Semarang,” tegasnya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu 3 Desember 2025.
Oleh karena itu, kapolres, menekankan para personel Polres Semarang agar lebih menghormati terhadap lingkungan sekitar, terutama di lokasi tempat tinggal masing-masing anggota.
BACA JUGA: Basarnas Semarang Berangkatkan 40 Relawan SAR Jateng ke Lokasi Bencana di Sumatera
Para personel harapannya dapat melakukan pemantauan bersama warga maupun perangkat lingkungan, apabila terjadi gangguan yang dapat berpotensi terhadap terjadinya bencana.
“Hal ini menjadi bagian dari upaya mitigasi sekaligus deteksi dini terhadap berbagai potensi kebencanaan yang ada di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Semarang juga telah memantau beberapa lokasi rawan bencana di wilayah Kecamatan Suruh dan Kecamatan Ungaran Barat.
Di Kecamatan Suruh, kapolres memantau kondisi sungai Mugur, di lingkungan Desa Bonomerto bersama Kapolsek Suruh, Ari Parwanto dan perangkat desa setempat.
Beberapa hal yang menjadi perhatian kapolres adalah kondisi beberapa jembatan penghubung antar desa serta titik-titik lokasi yang rawan bencana.
Sementara di wilayah Kecamatan Ungaran Barat, AKBP Ratna di dampingi Kapolsek Ungaran Barat, AKP Sugiyarta memantau kondisi pondasi jembatan sungai Sigandu.
BACA JUGA: Rawan Bencana Alam, Pertahanan Non Militer di Jateng jadi Perhatian DPN
Sebelumnya, pondasi jembatan tersebut tergerus air saat debit air sungai Sigandu meningkat hingga meluap, beberapa hari lalu.
Kapolres meminta kepada Bhabinkamtibmas dibantu Babinsa serta perangkat desa mengimbau warga agar tidak melewati atau menggunakan jembatan tersebut.





