Nasional

Tragedi Kebakaran di Hong Kong: 125 WNI Selamat, 9 Lainnya Masih Hilang

×

Tragedi Kebakaran di Hong Kong: 125 WNI Selamat, 9 Lainnya Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
kebakaran hong kong
Situasi saat kebakaran di Distrik Tai Po, Hongkong. (X/@luckylucky0971)

JAKARTA, beritajateng.tv – Kebakaran Hong Kong kembali menyita perhatian setelah Kemlu RI menyampaikan kabar terbaru soal jumlah WNI selamat. Kabar terkini itu muncul setelah tim Kemlu menuntaskan rangkaian pengecekan lanjutan atas kondisi ratusan pekerja migran asal Indonesia.

Pernyataan resmi lembaga tersebut menegaskan angka WNI selamat mencapai 125 orang. Jumlah itu muncul setelah petugas menghimpun banyak laporan dari keluarga serta KJRI Hong Kong.

Kemlu RI menyampaikan perkembangan itu lewat penjelasan tertulis pada Kamis, 4 Desember 2025. Juru bicara Kemlu menyebut estimasi penghuni WNI dalam kompleks Wang Fuk Court mencapai 140 orang. Menurut laporan itu, 125 WNI selamat, sembilan WNI meninggal, lalu satu WNI masih perlu perawatan rumah sakit.

Keterangan itu sekaligus memastikan lima WNI tetap belum terlacak.

BACA JUGA: Link Streaming Hongkong Open 2025, 8 Wakil Tanah Air Siap Tampil Maksimal di 16 Besar

Yvonne Mewengkang selaku juru bicara Kemlu menegaskan langkah lanjutan terus berjalan. “Kami memantau semua perkembangan lewat jalur koordinasi bersama KJRI Hong Kong,” ujar Yvonne.

Ia menekankan bahwa tim koordinasi keluarga berupaya menjawab setiap pertanyaan keluarga korban. “Kami berusaha memberi kejelasan agar keluarga tenang,” lanjutnya.

Perkembangan Penanganan Kebakaran Hong Kong

Peristiwa kebakaran Hong Kong terasa sangat memilukan karena jumlah korban sangat besar. Kejadian itu berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, saat api melalap kompleks hunian Wang Fuk Court.

Otoritas setempat mencatat 159 korban meninggal, 79 korban luka, serta 31 orang tetap hilang. Pemerintah Hong Kong juga menahan 21 pihak terkait pengerjaan konstruksi dan alarm keselamatan.

Penyelidik Hong Kong memaparkan temuan awal soal penyebab cepatnya penyebaran api. Mereka menilai perancah bambu serta lembaran plastik penutup jendela mempercepat perambatan panas. Api kemudian melebar ke banyak lantai dalam hitungan menit.
Kondisi itu membuat penghuni sulit menyelamatkan diri.

Yvonne menambahkan bahwa tim identifikasi setempat terus menguji sejumlah sampel penting. “Sebagian jenazah WNI sudah teridentifikasi.