“Selama lebih dari satu abad kita bergantung pada bahan bakar fosil. Hari ini otomotif memasuki era baru dalam mobilitas. Elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi bagian dari masa depan mobilitas,” kata Luther.
Jaringan Dealer Jadi Tantangan
Pertumbuhan pengguna kendaraan listrik juga mendorong kebutuhan terhadap jaringan layanan yang lebih luas. BYD menyatakan akan memperkuat jaringan dealer di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Perusahaan menargetkan terdapat 16 lokasi dealer resmi BYD di wilayah Jateng-DIY. Perluasan jaringan tersebut ditujukan untuk mendekatkan akses konsumen terhadap penjualan, layanan purnajual, hingga perawatan kendaraan listrik.
Langkah tersebut menjadi penting seiring bertambahnya pengguna kendaraan listrik. Konsumen tidak hanya membutuhkan produk, tetapi juga akses layanan yang mudah ketika kendaraan membutuhkan perawatan atau dukungan teknis.
Luther mengatakan pengembangan ekosistem kendaraan energi baru juga perlu didukung pembangunan rantai industri di dalam negeri.
“Fasilitas ini untuk menegaskan peran BYD dalam memperkuat rantai industri energi baru buatan Indonesia,” tandasnya. (*)





