Selain menjaga pelayanan, Perumda Tirta Moedal juga terus melakukan inovasi. Salah satunya melalui pengembangan energi hijau dengan memanfaatkan aliran air Waduk Jatibarang sebagai sumber pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
“Kami mengembangkan energi alternatif dari air untuk efisiensi operasional sekaligus mendukung program ramah lingkungan,” jelasnya.
Perusahaan juga melakukan pembaruan jaringan pipa guna menekan tingkat kehilangan air akibat kebocoran, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Genuk.
Di tingkat internasional, PDAM Tirta Moedal dijadwalkan menjadi pembicara dalam forum global yang mempertemukan ratusan pemimpin sektor air di Madrid, Spanyol.
“Kami akan berbagi pengalaman terkait konservasi dan keberlanjutan air minum. Ini menjadi bukti bahwa kinerja PDAM tetap diakui,” katanya.
Menghadapi musim kemarau, perusahaan turut menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah armada truk tangki air untuk wilayah rawan kekeringan seperti Tembalang dan Mangunharjo.
“Jika ada gangguan distribusi, kami siap melakukan droping air secara gratis bagi pelanggan,” tegasnya.
Ady menegaskan, apa pun dinamika yang terjadi di luar perusahaan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Prinsip kami jelas, pelayanan publik tidak boleh terganggu. PDAM harus tetap hadir untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)





