“Rencana awal hanya merapikan tangga supaya lebih aman, tapi kalau berpotensi menimbulkan masalah seperti banjir, ya tidak jadi dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva, menegaskan bahwa seluruh proses kehadiran toko Kue Gambang telah melalui prosedur yang berlaku dan mendapat persetujuan pedagang.
Ia mengatakan, pihaknya justru melihat peluang untuk menghidupkan kembali kawasan Pasar Johar yang sebelumnya kurang optimal.
“Kami sudah komunikasi dengan pedagang sebelum izin diberikan. Hasilnya, mereka tidak keberatan, bahkan mendukung karena bisa menambah keramaian,” kata Amoy, sapaannya.
Menurutnya, upaya menghadirkan variasi usaha di Pasar Johar merupakan bagian dari strategi untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan dan menarik lebih banyak pengunjung.
“Pasar Johar harus hidup dan ramai. Kehadiran usaha baru seperti ini justru menjadi daya tarik baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Amoy juga menyesalkan munculnya isu yang menyeret ranah pribadi dan tidak berdasar. Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
“Jangan sampai informasi yang tidak benar justru menyerang pribadi. Fokus saja pada dampak positifnya, karena ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah terbuka bagi siapa saja yang ingin berusaha di Pasar Johar selama memenuhi aturan yang berlaku.
“Siapa pun yang ingin berjualan di Johar, kami persilakan. Yang penting sesuai prosedur dan bisa memberikan dampak positif bagi pasar,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





