Scroll Untuk Baca Artikel
JatengNews Update

Pedagang Pasar Weleri Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penertiban Pedagang di Luar Relokasi

×

Pedagang Pasar Weleri Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penertiban Pedagang di Luar Relokasi

Sebarkan artikel ini
Pedagang Pasar Weleri Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penertiban Pedagang di Luar Relokasi. /Foto: Steve Arie.

KENDAL, 31/1 (BeritaJateng.tv)- Puluhan ibu-ibu pedagang Pasar Relokasi di Terminal Bahurekso, menggelar aksi damai meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk segara menertibkan para pedagang yang masih berjualan di luar relokasi untuk segera menempati lapak yang sudah disediakan.

Sambil membentangkan beberapa tulisan di kardus bekas, aksi yang mayoritas dilakukan oleh ibu-ibu pedagang terus sambil berteriak meminta untuk segera menertibkan pasar relokasi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tulisan diantaranya, “Mohon Pak Bupati, Satukan Kami Di Pasar Bahurekso”, kemudian ada juga “Kami Mohon Ketegasan Pemerintah” dan “Satukan Kami Semua, Baik Pasar Siang dan Malam, Angkut Semua” dan tulisan-tulisan lain berisi permintaan yang sama supaya para pedagang menempati lapak yang telah dibamgun pemerintah.

Salah seorang peserta aksi, Janti mengatakan, seharusnya pemerintah tegas kepada pedagang yang masih berjualan di luar.

“Intinya, kami meminta pedagang di pasar-pasar lain di luar Pasar Bahurekso, untuk dijadikan satu di sini. Terutama yang berjualan di pasar desa, harus jualan disini, khususnya pedagang yang punya kartu kuning,” ungkapnya.

Alasan mereka, dengan masih adanya pedagang yang berjualan di luar pasar relokasi, membuat kondisi pasar relokasi menjadi sepi dan pembeli memilih belanjaan di tempat berjualan di sebelah selatan pasar Weleri yang terbakar.

“Kami semua menuntut agar pedagang yang masih berjualan di luar relokasi pasar untuk segera ditertibkan dan diminta masuk kesini semua. Biar pasar ini ramai oleh pembeli,” ujar Janti penuh semangat dan diikuti yel-yel peserta aksi lainnya.

Hal senada disampaikan pedagang lain yakni Atik. Menurutnya, pemerintah harus tegas menertibkan para pedagang yang berjualan di luar Pasar Relokasi Bahurekso.

“Jadi tidak ada alasan. Kalau di sini susah, semua juga harus susah. Tidak ada yang merasakan senang sendiri-sendiri,” ujarnya.

Atik juga mengungkapkan, ia bersama teman-teman yang sudah mulai berjualan di Pasar Relokasi Bahurekso, sudah mematuhi dan memgikuti apa yang menjadi arahan atau perintah dari Pemkab Kendal untuk segera menempati pasar relokasi.

Tinggalkan Balasan