Pegadaian Kanwil XI Semarang Edukasi Resiko Investasi Antisipasi Resesi

Talkshow bertema "Antisipasi Resesi, Gadai Saham dan Obligasi Bisa Jadi Solusi"./Foto: Ellya.

Semarang, 31/10 (BeritaJateng.tv) – PT Pegadaian Kanwil XI Semarang bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang memberikan edukasi kepada para investor pasar modal terkait ancaman resesi terhadap aset saham.

Meski belum bisa dipastikan terjadi resesi, namun Pegadaian mengajak para investor saham untuk meminimalisir resiko investasi. Untuk itu, Pegadaian menawarkan produk gadai efek.

Hal itu disampaikan Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Semarang, Yohanes Wulang, dalam talkshow bertema “Antisipasi Resesi, Gadai Saham dan Obligasi Bisa Jadi Solusi” di Hotel Awan Sewu, Kota Semarang, Senin (31/10/2022).

“Pegadaian sebagai salah satu lembaga keuangan, kalau awalnya hanya berhubungan dengan emas dan perhiasan, sekarang ada pemenuhan pembiayaan pada saham, pemenuhan modal mendesak lewat gadai efek,” katanya, saat memberikan sambutan.

Melalui produk gadai efek, katanya, investor pasar modal bisa menggadaikan saham atau obligasi di Pegadaian. Melalui gadai efek, masyarakat bisa mendapatkan pinjaman yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan baik produktif, konsumtif atau investasi.

“Gadai efek merupakan layanan pemberian pinjaman dengan jangka waktu hingga 90 hari dengan jaminan berbentuk saham dan atau obligasi yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia,” jelasnya.

Gadai efek ini memberikan pilihan untuk bisa mencairkan saham atau obligasi tanpa menghilangkan status kepemilikan seperti jika menjualnya. Dengan gadai efek, kepemilikan efek serta hak corporate action masih akan melekat.

“Meski saham dan obligasi dijaminkan di Pegadaian, namun investor sebagai pemilik masih bisa mendapatkan deviden dari saham tersebut,” tambahnya.

Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Endang Pertiwi menambahkan, sebenarnya berbagai instrumen pembiayaan cukup banyak yang disiapkan Pegadaian untuk permodalan.

Khusus untuk gadai efek, dengan menjaminkan saham dan obligasi untuk memenuhi kebutuhan permodalan dalam waktu relatif singkat, cepat dan aman.

“Untuk mengakomodir kebutuhan pasar, sehingga Pegadaian memberikan pembiayaan kepada para investor pasar modal,” ucapnya.

Melalui gadai efek, pinjaman yang diberikan untuk perorangan maupun institusi dengan uang pinjaman mencapai Rp 5 miliar untuk individu dan Rp 20 miliar untuk institusi.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang, Fanny Rifqi El Fuad menyampaikan mengapresiasi apa yang sudah diupayakan Pegadaian terkait sinergi dengan industri pasar modal.

“Produk gadai efek ini sangat membantu para investor untuk memenej resiko. Karena investor bisa mendapatkan tambahan modal untuk menambah portofolio,” katanya.

Dikatakannya, pertumbuhan pasar modal di Kota Semarang selama tiga tahun terakhir sangat signifikan. Dari sebelum pandemi jumlah investor sekitar 1 juta investor, saat ini tumbuh menjadi sekitar 5 juta investor.

“Tugas kita sekarang mengedukasi mereka untuk memenej resiko investasinya,” ujarnya.

Dalam talkshow tersebut, hadir sebagai narasumber yaitu Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang Fanny Rifqi El Fuad, Asistant Manager II PT Pegadaian Bimo Satrio dan BRI Danareksa Sekuritas Yahuda Nawa Yanukrisna. (Ak/El)

Leave a Reply