Jateng

Pelatihan Ayam KUB di Mlatibaru, Warga Didorong Mandiri Lewat Beternak

×

Pelatihan Ayam KUB di Mlatibaru, Warga Didorong Mandiri Lewat Beternak

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Ayam KUB di Mlatibaru, Warga Didorong Mandiri Lewat Beternak
Warga Mlatibaru antusias mengikuti pelatihan ayam KUB. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana Balai Kelurahan Mlatibaru tampak lebih hidup dari biasanya pada Kamis pagi, 9 April 2026.

Sejumlah warga berkumpul, tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi juga membawa harapan baru untuk meningkatkan penghasilan keluarga melalui peternakan ayam.

Melalui program pelatihan dan bantuan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Kelurahan Mlatibaru. Warga antusias mengikuti pelatihan beternak yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

Kegiatan ini di inisiasi oleh anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Siti Roika, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang.

Dalam sesi pelatihan ayam KUB di Mlatibaru, Ika sapaan akrab Siti Roika menjelaskan bahwa beternak ayam tidak hanya soal produksi. Tetapi juga tentang bagaimana mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya bisa beternak, tetapi juga memahami bagaimana mengelola limbah rumah tangga agar bisa mendukung usaha ternak. Ini penting agar sistemnya berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi antara peternakan dan pengelolaan sampah rumah tangga dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Limbah organik, misalnya, dapat masyarakat manfaatkan sebagai bagian dari sistem pakan atau kompos.

Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga menerima bantuan nyata untuk memulai usaha.

BACA JUGA : Pemkot Semarang Teken Pakta Integritas, Targetkan Peningkatan Indeks Antikorupsi

Setiap kelompok memperoleh 20 ekor ayam KUB, kandang, alat disinfektan, mesin penetas telur, serta pakan ternak.

Bantuan tersebut sengaja pengelolaannya secara berkelompok agar pemeliharaan lebih terarah dan pengawasan bisa berjalan bersama.

“Dengan sistem kelompok, warga bisa saling belajar dan saling membantu. Harapannya hasilnya juga lebih optimal,” kata Ika.

Ia menjelaskan, hasil ternak nantinya tidak hanya untuk konsumsi. Telur yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagian, sementara sisanya ditetaskan untuk menambah populasi ayam.

Dengan pola tersebut, warga harapannya mampu mengembangkan usaha secara bertahap tanpa bergantung pada bantuan lanjutan.

Salah satu peserta pelatihan, Sulastri, mengaku antusias mengikuti program ini. Menurutnya, bantuan dan pendampingan seperti ini membuka peluang usaha baru bagi warga.