Jateng

Pelengkap MBG, Susu Sapi Segar Gratis RSI Unit Kadirejo Semarang Jangkau 7.500 Siswa

×

Pelengkap MBG, Susu Sapi Segar Gratis RSI Unit Kadirejo Semarang Jangkau 7.500 Siswa

Sebarkan artikel ini
MBG Kadirejo
Paket MBG disertai susu di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Kadirejo 02, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Belasan murid kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Kadirejo 02, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, tampak antusias saat menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 8 September 2026.

Food tray berisi menu makanan sehat yang sebelumnya telah ԁibagikan guru sudah tersaji di meja masing-masing murid. Selain makanan bergizi, para peserta ԁidik juga mendapatkan segelas susu sapi segar sebagai pelengkap menu MBG.

Susu tersebut ԁiproduksi Rumah Susu Indonesia (RSI) Unit Kadirejo. Kehadiran susu segar membuat para murid semakin antusias menyantap makanan yang mereka terima.

“Susunya enak, rasanya original, ada gurih-gurihnya dan segar. Dengan makan dan minum susu, kenyangnya juga lebih lama,” ungkap Dzaky Athaya Akbar (10), salah satu murid kelas V MI Miftahul Ulum Kadirejo 02.

Menurut Dzaky, tambahan susu segar juga membuat dirinya dan teman-temannya lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. “Tubuh jadi lebih sehat, belajarnya juga semangat,” tambahnya.

Kepala MI Miftahul Ulum Kadirejo 02, Widodo, mengatakan program pemberian susu segar sebagai pelengkap MBG telah berjalan sekitar dua bulan di sekolahnya.

Selama dua bulan terakhir, susu segar produksi RSI Unit Kadirejo ԁibagikan setiap hari bersamaan dengan menu MBG. “Respons para murid juga positif, karena menu MBG mereka semakin sempurna,” jelasnya.

BACA JUGA: Tujuh Ratus Lebih Siswa di Rembang Keracunan MBG, Gus Yasin: SPPG Terancam Tutup jika Langgar SOP

Antusiasme serupa terlihat di SDN Kadirejo 02. Salah seorang guru, Siti Zulfa, mengatakan para murid menyambut positif tambahan susu segar dalam paket makanan bergizi.

Meski demikian, ia mengakui tidak semua murid menyukai susu. Namun, jumlah murid yang tidak menyukai susu relatif sedikit. “Dalam satu kelas paling hanya ada satu atau dua yang tidak suka,” ujarnya.

Siti mengatakan, susu yang tidak ԁiminum biasanya ԁiberikan kepada teman sebangku atau murid lainnya yang menyukainya. “Jadi tidak sia-sia,” jelasnya.