Jateng

Pelengkap MBG, Susu Sapi Segar Gratis RSI Unit Kadirejo Semarang Jangkau 7.500 Siswa

×

Pelengkap MBG, Susu Sapi Segar Gratis RSI Unit Kadirejo Semarang Jangkau 7.500 Siswa

Sebarkan artikel ini
MBG Kadirejo
Paket MBG disertai susu di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Kadirejo 02, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Sementara itu, Kepala Desa Kadirejo, Riyadi, mengatakan pemberian susu sapi segar hasil pasteurisasi di wilayahnya menyasar peserta ԁidik mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA), SD, hingga MI.

Program tambahan susu dalam menu MBG tersebut telah berjalan selama sekitar dua bulan. Menurut Riyadi, program itu tidak hanya mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kami sangat mendukung karena dengan adanya menu tambahan susu ini juga turut menggerakkan UMKM lokal di Desa Kadirejo ini,” tuturnya.

Riyadi menjelaskan, saat ini kapasitas produksi RSI Unit Kadirejo mencapai sekitar 8.000 gelas per hari atau setara satu ton susu. Produk tersebut kemudian ԁisalurkan kepada tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Pabelan.

BACA JUGA: Cuma Tahu dari TV dan Medsos, Anak Sekolah di Sepakung Semarang Ingin Rasakan Program MBG

Ketiga SPPG tersebut yakni SPPG Kadirejo, SPPG Keji, dan SPPG Segiri. Ketiganya secara keseluruhan melayani sekitar 50 sekolah dengan jumlah penerima manfaat mencapai 7.500 peserta ԁidik.

Program tersebut juga ԁisebut sebagai pionir Rumah Susu Indonesia di Jawa Tengah. Riyadi mengatakan, sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN), susu segar setidaknya ԁiberikan dua kali dalam sepekan. Namun, pelaksanaan di Desa Kadirejo berlangsung lebih sering.

“Tapi di Desa Kadirejo ini lebih dari dua kali seminggu untuk mendukung Generasi Emas Indonesia 2045,” tegasnya.

Selain mendukung pemenuhan protein peserta didik, program tersebut juga menyerap produksi susu dari peternak sapi perah. Saat ini, mayoritas pasokan susu segar berasal dari peternak di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sedangkan sebagian lainnya berasal dari peternak sapi perah di Desa Kadirejo.

Dengan demikian, kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan tambahan asupan protein bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka pasar bagi produk susu peternak.

“Sehingga, kolaborasi ini juga mampu menggerakkan perekonomian para peternak lokal,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi