Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat di Rowosari Capai 40 Persen, Siap Tampung 270 Siswa Baru

×

Pembangunan Sekolah Rakyat di Rowosari Capai 40 Persen, Siap Tampung 270 Siswa Baru

Sebarkan artikel ini
Sekolah Rakyat Jawa Tengah
Bangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang di Balai Besar Pendidikan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang terus menunjukkan progres positif. Hingga Mei 2026, pembangunan sekolah berbasis asrama tersebut telah mencapai sekitar 40 persen. Targetnya, mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Sosial kini mulai mempersiapkan proses penjaringan peserta didik baru untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Total kuota yang ia siapkan mencapai 270 siswa dari keluarga kurang mampu.

Kadinsos Kota Semarang, Agus Junaidi, mengatakan pembangunan fisik sekolah terus berjalan, agar operasional bisa beroperasi sesuai target pemerintah pusat.

“Untuk progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Rowosari saat ini kurang lebih sudah mencapai 40 persen. Tahun ini juga mulai ada penjaringan siswa baru,” ujar Agus, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, masing-masing jenjang pendidikan akan menerima 90 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar atau kelas. Dengan demikian, total terdapat sembilan kelas untuk seluruh jenjang pendidikan.

“Untuk SD ada 90 siswa terdiri tiga kelas, SMP 90 siswa tiga kelas, dan SMA juga 90 siswa yang terbagi menjadi tiga kelas,” jelasnya.

BACA JUGA: Tujuh Siswa SMA Mundur dari Sekolah Rakyat Semarang, Ini Penjelasan Dinsos

Sekolah Rakyat Rowosari bakal berdiri di atas lahan seluas sekitar enam hektare atau 60 ribu meter persegi.

Konsep pendidikan yang pemerintah terapkan berbasis asrama sehingga seluruh siswa nantinya tinggal di lingkungan sekolah.

Menurut Agus, fasilitas yang ada cukup lengkap, mulai dari asrama putra-putri, tempat ibadah, ruang belajar, hingga sarana olahraga untuk menunjang aktivitas siswa.

“Fasilitasnya lengkap karena konsepnya berasrama. Ada asrama siswa, tempat ibadah, gedung belajar, lapangan olahraga dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Saat ini, Sekolah Rakyat di Rowosari Kota Semarang masih berstatus sekolah rintisan. Namun pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial telah memberikan arahan agar sekolah permanen di Rowosari segera beroperasi.

“Sekolah rintisan masih berjalan, tetapi dari Kemensos sudah ada arahan agar sekolah permanen di Rowosari segera menjadi sekolah tetap,” ungkapnya.

Terkait status lahan yang sempat menjadi kawasan hijau, Agus memastikan seluruh proses perizinan pembangunan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau pembangunan sudah berjalan tentu proses perizinannya sudah pemerintah sesuaikan. Termasuk izin lingkungan dan amdal,” tegasnya.

Untuk proses seleksi siswa, Dinas Sosial Kota Semarang akan menggandeng pekerja sosial masyarakat (PSM), pemerintah kelurahan, dan kecamatan.

Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin.

“Nanti kami bekerja sama dengan kelurahan dan kecamatan untuk menyasar keluarga yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Agus.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Sekaligus menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan terpadu di Kota Semarang. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp