Setelah enam bulan bersama, Dina pun hamil pada Mei 2024. Kehamilan Dina membuat mereka harus pindah hunian dari indekos ke kontrakan. Saat tahu dirinya hamil, Dina berharap Ade menikahinya agar anaknya bisa memiliki status yang sah.
Namun Ade justru menyarankan Dina menggugurkan kandungannya.
“Kita berdua sama-sama bingung, Dina tanya [ke Ade] ‘mau gimana?’ Dina bilang mau menyendiri dulu. Waktu di kantor dia bilang ‘aku kepikiran anaknya digugurin saja’. Tapi Dina tidak mau, [Dina bilang], ‘aku maunya nikah, kamu kapan mau nikahin aku?’ Malu lah kalau hamil duluan,” pungkas Dina. (*)
Editor: Farah Nazila





