SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menggelontorkan anggaran untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT.
Bantuan sebesar Rp25 juta per RT per tahun itu banyak warga manfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Seperti di RT 11/RW 3, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Ketua RT 11, Muhammad Asyhar menyambut baik program BOP RT Rp 25 juta Semarang.
Pasalnya, kegiatan Agustusan di lingkungannya kini bisa berjalan lancar tanpa menarik iuran warga.
“Alhamdulillah senang bisa memanfaatkan BOP RT ini untuk kegiatan Agustusan. Warga bisa guyub rukun di malam tirakatan 17 Agustus. Kemudian juga bisa menggelar lomba-lomba dan jalan sehat. Semuanya pakai dana BOP RT, termasuk untuk hadiah,” kata Asyhar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto, mengatakan hingga pertengahan Agustus 2026 sebanyak 10.127 dari total 10.622 RT telah mengajukan pencairan BBOP Secara presentase angkanya telah mencapai 95 persen.
“Jumlah RT yang sudah mengajukan BOP itu 10.127 dari 10.622 RT atau sekitar 95 persen. Ini menunjukkan antusiasme warga yang sangat tinggi terhadap BOP,” ucap Pranyoto.
BACA JUGA: BOP RT Rp25 Juta Mulai Cair, Ketua RT di Semarang Senang Warga Tak Perlu Lagi Iuran
Pranyoto mengatakan pencairan BOP RT mulai diajukan sejak Juli 2026. Dana sebesar Rp25 juta tersebut banyak dimanfaatkan warga untuk mendukung kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Seperti mempercantik lingkungan permukiman dan membiayai berbagai perlombaan Agustusan.
Dari total anggaran sebesar Rp270 miliar yang di alokasikan Pemkot Semarang untuk BOP RT. Pranyoto menyebut pihaknya telah mencairkan Rp257,462 miliar untuk pemkot bagi kepada ribuan RT yang mengajukan BOP.
“Agustusan tahun ini di Kota Semarang lebih meriah. Rata-rata pencairan (BOP) itu untuk memeriahkan hari kemerdekaan,” ungkapnya.
Meski demikian, Pranyoto menyebut masih ada ratusan RT yang memilih tidak mencairkan BOP.
Sebagian besar RT yang belum mencairkan BOP berada di kawasan permukiman elite, dengan kondisi ekonomi masyarakatnya yang relatif lebih mapan.
“Wajar kalau ada yang tidak mengambil. Misalnya karena kawasan mereka ekonominya menengah ke atas, sehingga kasnya sudah banyak. Tidak mengambil nggak papa, tidak ada paksaan,” imbuhnya.
Mantan Camat Genuk ini menambahkan bahwa Kecamatan Gunungpati menjadi salah satu wilayah dengan pencairan BOP RT mencapai 100 persen. Sedangkan capaian pengajuan yang paling rendah tercatat di Kecamatan Semarang Tengah yang sebagian wilayahnya merupakan kawasan bisnis dan pusat perkantoran. (*)





