“Kami harus berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana karena informasi kondisi sungai dari wilayah atas sangat penting. Dari sana bisa kita ketahui apakah ada potensi kiriman air yang berisiko menimbulkan banjir di Kota Semarang,” jelasnya.
Selain mendeteksi ancaman banjir, teknologi AI juga diharapkan mampu membantu pemerintah mempercepat respons terhadap persoalan lingkungan di sungai. Sistem akan mengirimkan notifikasi otomatis ketika menemukan kondisi yang memerlukan penanganan cepat.
“Konsepnya CCTV ini harus benar-benar smart. AI akan memberi peringatan ketika ada kondisi yang berpotensi menimbulkan masalah sehingga petugas bisa segera bergerak sebelum dampaknya meluas,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Semarang masih mengkaji lokasi pemasangan serta kebutuhan infrastruktur pendukung agar sistem dapat berjalan optimal. Salah satu tantangan yang turut menjadi perhatian adalah keamanan perangkat di lapangan.
“Kami juga harus memastikan perangkat yang terpasang aman dan terjaga. Karena itu perlu dukungan semua pihak agar fasilitas ini bisa berfungsi maksimal dan tidak mengalami gangguan,” kata Agustina.
Rencana pemasangan smart CCTV berbasis AI ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Semarang dalam memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sungai di wilayah kota. (*)





