Tujuannya, lanjut Bambang, untuk memberikan akses terutama untuk warga kurang mampu agar mendapatkan bahan pangan yang murah.
“Kegiatan akan terpusat di Balai Kota Semarang untuk Pak Rahman dan paket tebus sembako murah. Sedangkan penjualan paket suka-suka akan digelar tanggal 3 April. Paket suka-suka itu nanti kita distribusikan ke kecamatan terdampak banjir. Bentuknya paket beras 3 kg, dan masyarakat bisa membelinya dengan harga seiklasnya,” kata Bambang.
Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, Program Gerakan Pangan Murah (GPM) memberikan intervensi luar biasa. Bahkan ikut berkontribusi dalam penurunan harga beras yang belakangan sangat tinggi dan menyumbang inflasi Jawa Tengah.
“Di Kota Semarang akan ada GPM yang terpusat di Balai Kota. Selain ada stand Pak Rahman. Ada juga penjualan cashless untuk pembelian cabai 250 gram seharga Rp 5.000 dengan pembayaran QRIS,” katanya.
Sejumlah komoditas dalam program GPM ini termasuk juga komoditas beras yang harganya masih tinggi.
“BI bersama dengan TPID menggelar GPM di sejumlah wilayah untuk menekan harga beras di pasaran. Dan bisa kita rasakan hasilnya mulai terlihat ada penurunan,” ujar Rahmat dalam media briefing di Rumah Jabatan.
Sinergi antara TPID Jateng dan Bank Indonesia Jawa Tengah termasuk dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini harapannya membawa hasil positif terhadap harga sejumlah komoditas.
“Sudah mulai terlihat penurunannya yang bisa kita rasakan. Kami optimistis menjelang Lebaran harga beras sudah stabil dan terjangkau apalagi sudah mulai panen raya di beberapa wilayah,” ujar Rahmat.
Kegiatan GPM ini merupakan penguatan sinergi bersama. Dalam rangka mengendalikan inflasi yang diakibatkan kenaikan harga komoditas pangan. (*)
Editor: Elly Amaliyah