SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengebut perbaikan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 H.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Pemkot menargetkan seluruh ruas jalan di ibu kota Jawa Tengah dalam kondisi mulus paling lambat H-10 sebelum Lebaran.
Langkah ini untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pemudik yang melintasi Kota Semarang, baik melalui jalur utama maupun jalur alternatif. Arus kendaraan di perkirakan meningkat signifikan, sehingga kondisi jalan menjadi perhatian utama.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menegaskan bahwa percepatan perbaikan jalan menjadi prioritas agar tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat, khususnya para perantau yang pulang kampung.
“Kami targetkan H-10 sebelum Lebaran semua sudah klir. Kami juga membuka masukan dari masyarakat, ruas mana saja yang perlu segera tertangani. Saat mudik, pengguna jalan bukan hanya warga Semarang, tapi juga dari luar daerah,” ujar Suwarto, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia mengakui, jalan berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, seluruh titik kerusakan yang terdata langsung masuk dalam daftar prioritas perbaikan.
BACA JUGA: Parkir Dua Lajur di Jalan Gajahmada dan Depok Bikin Macet, Dishub Semarang Lakukan Penataan
“Supaya tidak menjadi keluhan pemudik bahwa jalan di Semarang banyak lubang, semua titik kerusakan akan kami tutup. Target saya H-10 sudah selesai mayoritas,” tegasnya.
Meski memasang target ketat, Suwarto menyebut pekerjaan akan tetap berlanjut jika masih ditemukan kerusakan hingga mendekati Hari H Lebaran.
DPU akan mengerahkan tim lapangan untuk memastikan perbaikan berjalan maksimal.
“Kalau masih ada yang belum tertangani sampai H-10, kami lanjutkan sampai mendekati Lebaran. Minimal sebagian besar sudah beres lebih dulu,” katanya.
Tidak hanya fokus pada jalan protokol, DPU juga mempercepat perbaikan di jalur alternatif yang berpotensi menjadi pilihan pemudik untuk menghindari kepadatan.
Salah satunya jalur Wates dan Gondoriyo di Kecamatan Ngaliyan yang menghubungkan Semarang dengan wilayah Kendal.
“Jalur alternatif juga harus siap dan mulus. Misalnya akses menuju Wates dan Gondoriyo yang sering dipakai untuk mengurai kepadatan,” jelas Suwarto.
Perbaikan menyeluruh ini diharapkan mampu mendukung kelancaran distribusi kendaraan selama periode mudik, sekaligus mengurangi beban di ruas jalan utama yang kerap menjadi titik rawan macet.
Terkait penerangan di jalur alternatif, Suwarto menyampaikan bahwa kewenangan berada di Dinas Perhubungan. Namun pihaknya akan berkoordinasi agar kebutuhan lampu penerangan jalan dapat terpenuhi sebelum arus mudik mulai.
“Untuk penerangan memang kewenangan Dinas Perhubungan. Tapi akan kami komunikasikan supaya jalur alternatif juga aman dan terang saat di lalui malam hari,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





