Pemkot Targetkan Investasi Masuk ke Semarang Rp 24 Triliun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Widoyono.

SEMARANG, 14/6 (BeritaJateng.tv) – Putaran ekonomi di Kota Semarang saat ini terus digenjot, salah satunya adalah dari segi investasi yang bisa menyerap tenaga kerja, ataupun memberdayakan pelaku UMKM yang ada.

Untuk mengajak investor datang dan menanamkan modalnya di Ibu Kota Jawa Tengah, Pemkot Semarang, memberikan berbagai fasilitas kemudahan hingga pendampingan sampai ijin usaha perusahaan bisa klir.

“Kita saat ini sedang mengundang investasi besar-besaran dengan memberikan fasilitas kemudahan perijinan, memberikan support kepada investor dalam mengisi Online Single Submission sampai klir kita dampingi,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Widoyono, Senin (13/6).

Selain kemudahan dan pendampingan, lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang ini, Pemkot Semarang sedang menyiapkan formula regulasi untuk memperbanyak investor yang masuk. Misalnya pemberian subsidi, reduksi pajak ataupun retribusi dan pemberian akses sarana dan pra sarana.

“Nanti kita pelajari dan matangkan dulu, namun kita siap memberikan insentif untuk investor yang masuk,” tuturnya saat ditemui usai Grand Openibg PT CDS Asia Electronics di Kawasan Industri BSB.

Pemkot Semarang kata dia, juga sedang menyiapkan sistem yang mirip dengan start up. Isinya adalah informasi lahan yang bisa digunakan investasi, ataupun gudang yang ada di Kota Semarang. Hal ini menurutnya lebih memudahkan para investor untuk mencari lahan ketika membuka usahanya.

“Kalau mereka butuh lahan seberapa besar, bisa kita siapkan. Apalagi ada tujuh kawasan industri di Kota Semarang, misalnya KIW, Candi Gatot Subroto dan BSB,” tambahnya.

Disinggung besaran target investasi, Pemkot kata dia, pada tahun ini menargetkan nilai investasi sebesar Rp 24 triliun. Sementara realisasi sampai awal Juni ini baru diangka Rp 6 triliun, berbagai kemudahan ini kata dia, selain bisa menggerakkan perekonomian, juga bisa menyerap tenaga kerja.

“Kita juga jalin kerjasama dengan PT. CDS Asia Elektronics, nanti UMKM kita akan digandeng misalnya bisa menjadi suplier komponen yang dibuat. Nilai investasi mereka miliaran dan cukup besar,” bebernya.

Sektor industri kata dia, menjadi salah satu pengungkit pergerakan ekonomi di Kota Semarang, selain perdagangan-jasa dan manufaktur. Pada tahun 2021 kemarin misalnya, pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang diangka 5 persen lebih, tertinggi di Indonesia.

“Walaupun sempat minus 1,9 persen tahun 2020 lalu, saat ini sudah mengalami kenaikan. Sektor-sektor investasi ini kita dorong agar pertumbuhan ekonomi kembali bergairah,” pungkasnya. (Ak/El)

Leave a Reply