Jateng

Pemprov Jateng Siapkan Rp100 Miliar untuk Lindungi Pesisir Demak dengan Hybrid Seawall

×

Pemprov Jateng Siapkan Rp100 Miliar untuk Lindungi Pesisir Demak dengan Hybrid Seawall

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Nathan Setyawan, saat ditemui di Grand Edge Hotel, Kota Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Nathan Setyawan, saat ditemui di Grand Edge Hotel, Kota Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Pembangunan perlindungan berskala besar, misalnya, perlu memperhitungkan akses kapal nelayan, kebutuhan air payau untuk tambak, serta keberlanjutan pertumbuhan mangrove.

“Kalau bicara khusus di Sayung, apakah Giant Sea Wall ini bentuknya benar-benar masif? Apakah masih memberi kesempatan kepada nelayan untuk akses kapalnya? Apakah masih bisa memberi akses air payau untuk tambak? Kemudian mangrove masih bisa bertumbuh apa tidak?” katanya.

Nathan bilang, perlindungan pesisir tidak dapat mengandalkan satu jenis konstruksi untuk seluruh kawasan. Pemilihan metode perlu mempertimbangkan kondisi wilayah, efektivitas perlindungan, serta manfaat yang dapat masyarakat setempat rasakan.

“Perlindungan pesisir tidak bisa dengan satu macam cara. Bisa dengan tanggul parapet, bis beton dengan mangrove, heksa (heksapod) perpaduan mangrove, atau memang harus menggunakan tanggul raksasa atau tanggul laut yang masif. Ini yang perlu kita dalami bersama, dan masyarakat harus mendapat pemihakan manfaat sebesar-besarnya,” ucapnya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp