Pembangunan perlindungan berskala besar, misalnya, perlu memperhitungkan akses kapal nelayan, kebutuhan air payau untuk tambak, serta keberlanjutan pertumbuhan mangrove.
“Kalau bicara khusus di Sayung, apakah Giant Sea Wall ini bentuknya benar-benar masif? Apakah masih memberi kesempatan kepada nelayan untuk akses kapalnya? Apakah masih bisa memberi akses air payau untuk tambak? Kemudian mangrove masih bisa bertumbuh apa tidak?” katanya.
Nathan bilang, perlindungan pesisir tidak dapat mengandalkan satu jenis konstruksi untuk seluruh kawasan. Pemilihan metode perlu mempertimbangkan kondisi wilayah, efektivitas perlindungan, serta manfaat yang dapat masyarakat setempat rasakan.
“Perlindungan pesisir tidak bisa dengan satu macam cara. Bisa dengan tanggul parapet, bis beton dengan mangrove, heksa (heksapod) perpaduan mangrove, atau memang harus menggunakan tanggul raksasa atau tanggul laut yang masif. Ini yang perlu kita dalami bersama, dan masyarakat harus mendapat pemihakan manfaat sebesar-besarnya,” ucapnya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





