Jateng

Pemprov Jateng Siapkan Rp100 Miliar untuk Lindungi Pesisir Demak dengan Hybrid Seawall

×

Pemprov Jateng Siapkan Rp100 Miliar untuk Lindungi Pesisir Demak dengan Hybrid Seawall

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Nathan Setyawan, saat ditemui di Grand Edge Hotel, Kota Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Nathan Setyawan, saat ditemui di Grand Edge Hotel, Kota Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp100 miliar hingga tahun 2029 untuk memperkuat perlindungan atau perbaikan pesisir mulai dari wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak hingga ke Timur perbatasan Kabupaten Jepara.

Penguatan pesisir dilakukan melalui pendekatan hybrid seawall, yakni perpaduan konstruksi pelindung pantai dengan vegetasi alami mangrove atau bakau

Hal tersebut Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Nathan Setyawan, di Grand Edge Hotel, Kota Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026.

“Pada 2026, Pemprov Jateng telah menginisiasi anggaran Rp10 miliar untuk penanganan sepanjang hampir satu kilometer di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Demak,” ucapnya.

BACA JUGA: Menteri LH Siapkan Aturan Water Farming, Industri Pengguna Air Tanah Bakal Kena Kewajiban Baru

Nathan Setyawan, mengatakan konsep perlindungan atau perbaikan pesisir di wilayah Sayung perlu penysesuaian dengan kondisi kawasan. Oleh karena, setiap kawasan pesisir memiliki bentuk kerentanan dan kebutuhan penanganan yang berbeda.

Menurutnya, pembangunan Tol Semarang-Demak seksi Semarang-Sayung rencananya berfungsi sebagai tanggul laut yang pemerintah klaim menjadi salah satu bentuk perlindungan pesisir.

Akan tetapi, kata dia, proyek tersebut masih dalam proses pengerjaan dan belum mencakup seluruh kawasan yang membutuhkan perlindungan.

Padahal, di Demak ada empat kecamatan yang memiliki wilayah pesisir. Semuanya telah berada posisi terkena abrasi. Di antaranya Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.

Di wilayah Bedono dan Sriwulan, Kecamatan Sayung, sebagian kawasan telah tercakup oleh tanggul jalan tol. Sementara itu, wilayah Sriwulan hingga bagian timur Sayung masih membutuhkan penanganan lanjutan.

“Ini yang menjadi pilihan strategis, bahwasanya perlindungan yang cocok untuk menanggulangi wilayah di Sriwulan sampai dengan ke Timur Sayung dengan pendekatan hybrid seawall,” kata Nathan.

BACA JUGA: Demak Prioritas Utama Dibangun Giant Sea Wall, Tahun 2026 Skema Hybrid Mangrove dan Beton