SEMARANG, beritajateng.tv – Pemuda bernama Aldi Fernando (21), asal Dusun Berokan, Desa Bawen, Kabupaten Semarang menjadi korban penganiayaan yang dugaan kuat terpicu persoalan asmara hingga harus menjalani perawatan di RSUD Ambarawa.
Perwakilan keluarga korban, Alrezal, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 7 Agustus 2026 malam. Saat itu, Aldi sedang berada di rumah temannya di Desa Ngasem, Kecamatan Bandungan.
Sejumlah orang menjemput korban menggunakan mobil operasional MBG Grand Max berwarna putih. Aldi dugaan kuat mendapat ajakan untuk mengopi dari salah seorang kenalannya.
Namun, situasi berubah setelah korban masuk ke dalam mobil. Menurut keterangan keluarga, di dalam mobil sudah terdapat empat orang. Korban kemudian dugaan kuat langsung seorang pelaku berinisial U aniaya menggunakan knalpot sepeda motor.
BACA JUGA: Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Ngawen Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga Blora
Penganiayaan tersebut dugaan kuat berkaitan dengan rasa cemburu. Kabarnya, pelaku tidak terima karena korban pernah membonceng pacarnya.
“Pintu mobil ditutup, langsung dianiaya pakai knalpot motor hingga kepala korban bocor dan bersimbah darah. Korban juga sempat diajak berputar-putar di area Bandungan hingga Ambarawa sebelum akhirnya diturunkan di kampungnya pada Jumat, 7 Agustus 2026 dini hari dalam kondisi luka parah,” ujar Rezal, Rabu 12 Agustus 2026.
Setelah korban kembali, keluarga melihat kondisi Aldi mengalami sejumlah luka. Kepalanya harus mendapat jahitan, sementara lebam terlihat di beberapa bagian tubuh.
Keluarga kemudian membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Laporan terkait dugaan penganiayaan itu resmi dilayangkan ke Polda Jawa Tengah pada Selasa 11 Agustus 2026.
BACA JUGA: Polda Jateng Dalami Dugaan Penganiayaan Ketua HMI Unissula, Ada Indikasi Terkait Kasus Pelecehan
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Yulianto membenarkan adanya laporan yang keluarga korban sampaikan.
Ia mengatakan kepolisian saat ini menangani perkara tersebut.
“Perkara ini sedang dalam penanganan,” ujar Yulianto.
Kepolisian selanjutnya akan melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang dugaan kuat terlibat dalam penganiayaan tersebut. (*)





