Penanganan Tanggul Sungai Menyong Lamban, Kepala Desa Sriwulan Mengadu ke Ketua DPRD

Penanganan Sungai Menyong Demak.

Demak, 17/6 (BeritaJateng.tv)- Lambannya penanganan tanggul sungai menyong yang jebol akibat tidak kuatnya menahan air pasang yang terjadi pada bulan Mei 2022, kepala desa Sriwulan Zamroni mendesak kepada Ketua DPRD Pemerintah Kabupaten Demak untuk mendorong dilakukannya percepatan perbaikan atau pembangunan tanggul sungai yang jebol.

Hal ini mengingat 2700 Kepala keluarga di desa tersebut setiap hari merasa khawatir akan terjadinya kembali banjir rob menggenangi rumah mereka.

” Intinya saya sudah koordinasi dengan ketua DPRD serta Pemerintah kabupaten bahwasannya belum ada penanganan perbaikan tanggul yang jebol dan harapannya ikut mendorong agar percepatan pembangunannya segera diwujudkan,” ucap Zamroni.

Pemeliharaan darurat tanggul sungai menyong seperti yang diungkapkan oleh PPK BBWS Pamali Juwana, merupakan hal yang sia-sia saja mengingat curah hujan yang masih tinggi dan fenomena naiknya air pasang laut juga tergolong tinggi, tidak menutup kemungkinan tanggul darurat dari tumpukan karung tanah tidak mampu untuk menahan kekuatan air pasang tersebut.

” Kondisi cuaca tidak menentu dan kekuatan karung tanggul darurat sendiri saya rasa tidak bakalan mampu dan jalan satu-satunya adalah dibangun dengan kontruksi tiang pancang atau sheet pile,” tegas Kepala desa Sriwulan.

Guna mengantisipasi rembesan air laut yang masuk melalui tumpukan karung tanggul darurat, puluhan mesin pompa penyedot air swadaya dari masyarakat yang berada ditiap kampung selalu menyala, hal ini sengaja dilakukan agar air pasang tersebut tidak masuk kedalam pemukiman warga.

” Kita berharap agar pihak PLN Demak tidak melakukan pemadaman di Desa Sriwulan supaya mesin pompa bisa mengurangi dampak air pasang dan apa bila listrik padam ya sudah pasti rumah kami terendam semua,” pungkas Zamroni.

Disisilain menurut salah satu warga RW 05
Desa Sriwulan, Edi Purnomo menegaskan, jika dirinya bersama warga yang lain selama belum dilakukan perbaikan tanggul sungai menyong tidak bisa tenang setiap harinya lantaran rob tinggi masih terjadi, meskipun tidak sampai masuk kedalam rumah mereka.

” Setiap hari kita kawatir rumah kami terendam banjir rob yang tiba-tiba saja datang,” kata Edi Purnomo. (BW/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.