Lintasan atletik di GOR Trilomba Juang, misalnya, mulai tutup sementara sejak 15 Juli 2026 untuk mendukung pekerjaan perbaikan. Penutupan tersebut otomatis mengurangi pendapatan dari sewa fasilitas maupun retribusi parkir.
“Kalau venue ditutup karena perbaikan, tentu aktivitas masyarakat berhenti dan pendapatan ikut berkurang. Itu salah satu penyebab target retribusi belum bisa tercapai,” katanya.
Didik mengungkapkan, capaian retribusi pada 2025 hanya sekitar Rp7,4 miliar. Tahun ini target naik menjadi Rp12 miliar.
Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan daya tarik fasilitas olahraga. Salah satunya melalui revitalisasi kolam renang Manunggal Jati yang kondisinya mulai menua.
“Kolam renang Manunggal Jati usianya sudah sekitar 30 tahun. Saat ini memang ada beberapa bagian yang bocor sehingga perlu rehabilitasi agar kembali layak digunakan masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, proses revitalisasi masih memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Dokumen tersebut targetnya selesai pada tahun 2026 sebelum pekerjaan fisik pada 2027.
“Tahun ini kami fokus menyelesaikan DED. Setelah itu, kami usulkan anggaran pembangunan agar tahun depan bisa langsung di eksekusi,” pungkas Didik. (*)





