Kesehatan

Penerbangan Internasional Diawasi Ketat, Bandara Ahmad Yani Siaga Virus Nipah

×

Penerbangan Internasional Diawasi Ketat, Bandara Ahmad Yani Siaga Virus Nipah

Sebarkan artikel ini
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Jawa Tengah.
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Jawa Tengah.

Upaya pencegahan dengan pengawasan kesehatan penumpang internasional di Bandara bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang.

Langkah antisipasi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah yang terbit pada 30 Januari 2026.

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang memastikan seluruh penumpang penerbangan internasional yang tiba di wilayah ini menjalani pemantauan kesehatan berlapis, terutama deteksi dini gejala demam.

Dokter BKK Kelas I Semarang, Bhakti Abdillah, mengatakan pengawasan sejak penumpang tiba melalui pemasangan thermal scanner di area kedatangan internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

“Virus Nipah salah satu gejala utamanya demam, selain sakit tenggorokan, sakit kepala, hingga sesak napas. Maka deteksi awal yang kami lakukan adalah pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner,” jelas Bhakti, Jumat, 6 Februari 2026.

Alat tersebut berfungsi mendeteksi suhu tubuh penumpang secara massal tanpa pemeriksaan satu per satu, sehingga memungkinkan pemantauan cepat terhadap penumpang yang datang dari luar negeri.

BACA JUGA: Fakta-fakta Virus Nipah: Kasus Meningkat di India, Belum Ada Obatnya

Selain pemeriksaan suhu, petugas juga memverifikasi deklarasi kesehatan perjalanan yang telah di isi penumpang maksimal tiga hari sebelum keberangkatan.

Dari data tersebut, petugas mencermati adanya laporan gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

“Jika dalam deklarasi ada indikasi gejala, maka akan kami konfirmasi ulang saat kedatangan,” ujarnya.

Apabila terdapat penumpang dengan suhu tubuh di atas ambang batas 37,5 derajat Celsius, petugas akan membawa yang bersangkutan ke ruang isolasi untuk pemeriksaan lanjutan.

Evaluasi guna memastikan apakah demam karena kondisi medis atau faktor non-medis seperti penggunaan jaket tebal, topi, atau syal.

“Kalau setelah evaluasi masih mengarah ke gejala influenza like illness, kami lakukan swab dan sampelnya dikirim ke laboratorium rujukan yang bekerja sama dengan kami,” tambah Bhakti.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada penumpang penerbangan internasional dengan suhu tubuh di atas ambang batas tersebut sejak penerbangan internasional kembali beroperasi di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Sementara itu, Branch Communication and CSR Department Head Bandara Ahmad Yani, Arif Haryanto, mengatakan pihak bandara secara aktif berkoordinasi dengan BKK untuk memastikan seluruh prosedur pencegahan berjalan optimal.

“Untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah, kami melakukan koordinasi intensif dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang. Pengawasan terhadap penumpang internasional kami perketat sesuai arahan Kementerian Kesehatan,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pemantauan suhu tubuh penumpang internasional menggunakan thermal scanner. Alat tersebut ditempatkan di area kedatangan internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

“Setiap penumpang yang tiba dari luar negeri akan dipantau suhu tubuhnya melalui thermal scanner. Jika terdeteksi suhu di atas normal, petugas akan melakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Selain pemeriksaan suhu tubuh, seluruh penumpang penerbangan internasional juga wajib mengisi data kesehatan melalui aplikasi All Indonesia sebelum atau saat tiba di Indonesia. Data tersebut menjadi acuan awal bagi petugas kesehatan untuk melakukan pemantauan kondisi penumpang.

Wajib Isi Aplikasi All Indonesia

“Pengisian aplikasi All Indonesia menjadi bagian penting dari sistem deteksi dini. Dari situ petugas bisa mengetahui riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan penumpang,” kata Arif.

Petugas BKK Kelas I Semarang akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap penumpang yang terpantau mengalami demam maupun menunjukkan gejala sakit saat kedatangan.

Pemeriksaan sesuai dengan standar prosedur kesehatan untuk memastikan tidak ada risiko penularan penyakit menular berbahaya.

Pihak bandara juga mengimbau seluruh penumpang agar bersikap kooperatif dan jujur terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

“Kami mengimbau penumpang yang merasa demam, tidak enak badan, atau mengalami keluhan kesehatan saat tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Agar segera melapor kepada petugas. Ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Saat ini, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melayani dua rute penerbangan internasional, yakni tujuan Kuala Lumpur, Malaysia, dan Singapura.

Melalui langkah-langkah pencegahan ini, pengelola bandara berharap potensi masuknya virus Nipah maupun penyakit menular lainnya dapat di antisipasi sejak dini. Sekaligus memberikan rasa aman bagi penumpang dan masyarakat. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp