Kesehatan

Fakta-fakta Virus Nipah: Kasus Meningkat di India, Belum Ditemukan Obatnya

×

Fakta-fakta Virus Nipah: Kasus Meningkat di India, Belum Ditemukan Obatnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi virus Nipah. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi virus Nipah. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – India kembali melaporkan lima kasus terbaru infeksi virus Nipah yang terjadi di Barasat, Benggala Barat.

Data ini tercatat hingga 25 Januari 2026 dan langsung memicu kewaspadaan nasional maupun internasional karena tingginya tingkat kematian virus tersebut.

Dua kasus pertama terkonfirmasi di sebuah rumah sakit swasta di Benggala Barat. Kedua pasien merupakan tenaga kesehatan, masing-masing seorang perawat laki-laki dan perempuan.

Investigasi awal menunjukkan keduanya tertular saat merawat pasien dengan gangguan pernapasan berat.

Pasien yang diduga sebagai sumber penularan meninggal dunia sebelum sempat menjalani pemeriksaan laboratorium, sehingga status infeksi virus Nipah pada pasien tersebut tidak pernah terkonfirmasi secara resmi.

BACA JUGA: Waspada Adanya Virus Nipah, Begini Cara Mencegah Terjadi Penularannya

Beberapa hari kemudian, tiga kasus tambahan kembali terdeteksi di wilayah yang sama. Otoritas kesehatan India segera meningkatkan respons darurat dengan memberlakukan karantina, pelacakan kontak erat, dan pengawasan ketat di area terdampak.

Sekitar 180 orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara sejumlah kontak berisiko tinggi ditempatkan dalam karantina.

Fakta-fakta Virus Nipah

1. Virus Nipah Masuk Daftar Patogen Prioritas WHO

World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan virus Nipah sebagai priority pathogen karena potensi wabah besar dan dampaknya yang sangat serius.

Infeksi virus Nipah pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga ensefalitis yang berujung fatal.

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus Nipah.

Dalam berbagai wabah sebelumnya, tingkat kematian (fatality rate) dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen, menjadikan virus ini salah satu penyakit zoonosis paling mematikan.

2. Indonesia Belum Temukan Kasus

Sampai saat ini, Indonesia belum melaporkan adanya kasus virus Nipah.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan RI melalui situs infeksiemerging.kemkes.go.id telah mengeluarkan peringatan dini terkait kasus virus Nipah di India sejak 13 Januari 2026.

Kemenkes menyampaikan empat langkah pencegahan utama bagi masyarakat Indonesia: